Kementerian BUMN Pastikan BTP Duduki Posisi Strategis

Kementerian BUMN Pastikan BTP Duduki Posisi Strategis
Basuki Tjahaja Purnama ( Foto: Istimewa )
/ YUD Rabu, 13 November 2019 | 15:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan menduduki posisi penting di salah satu BUMN strategis.

"Strategis sudah pasti, dengan kondisi Pak Ahok memang bisalah," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Baca juga: Ahok Tegaskan Siap Kelola Perusahaan BUMN

Namun sayangnya, ia belum berkenan untuk mengemukakan lebih jauh terkait sektor BUMN mana yang akan dijabat oleh Ahok.

"Soal energi atau apapun kita belum tahu. Tapi yang pasti, tadi kami meminta kesediaan beliau dulu supaya mau bergabung bersama kita karena kita butuh orang seperti Pak Ahok yang bisa dukung BUMN," kata Arya.

Ia menilai sosok Basuki Tjahaja Purnama memiliki kapasitas yang mumpuni untuk mengelola salah satu BUMN.

Baca juga: BTP Bakal Dapat Posisi di BUMN, Luhut: Kerjanya Bagus

"Beliau kan punya kapasitas yang diakui publik juga. Untuk memperbaiki banyak hal juga," ucapnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sedianya akan menempati jabatan penting dalam BUMN pada November atau Desember tahun ini.

"Mungkin nanti Desember, atau November saya tidak tahu, mungkin tanya ke Pak Menteri," ujar Ahok.

Baca juga: Menteri Erick Gaet Ahok Jadi Direksi BUMN

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok, akan menempati jabatan penting dalam BUMN pada November atau Desember tahun ini.

"Mungkin nanti Desember, atau November saya tidak tahu, mungkin tanya ke Pak Menteri," katanya.

Ahok datang ke kantor Kementerian BUMN sekitar pukul 09.38 WIB. Sedianya dia diundang oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk membicarakan mengenai BUMN ke depan. Ahok meninggalkan kantor Kementerian BUMN pukul 10.50 WIB.

Dalam pertemuannya dengan Menteri BUMN sekitar satu setengah jam itu, Ahok mengaku siap untuk dilibatkan mengelola di salah satu BUMN.



Sumber: ANTARA