Koperasi Bisa Jadi Wadah Generasi Milenial Realisasikan Ide Bisnis

Koperasi Bisa Jadi Wadah Generasi Milenial Realisasikan Ide Bisnis
Aksi unjuk rasa menolak pengesahan RUU Perkoperasian oleh DPR di Jakarta, Selasa, 24 September 2019. ( Foto: Istimewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Rabu, 16 Oktober 2019 | 00:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Koperasi dan UKM menilai koperasi merupakan wadah yang tepat bagi anak-anak muda merealisasikan ide bisnisnya secara bersama-sama. Sebab di dalam koperasi terhimpun anak-anak muda yang memiliki kesamaan visi yakni ingin mengembangkan usaha.

Pernyataan itu dikemukakan oleh Deputi Bidang Pengembangan SDM, Kementerian Koperasi dan UKM, Rulli Nuryanto dalam acara gebyar Pendidikan Anggota kedua Kopma Kopima Universitas Semarang, di Auditorium Universitas Semarang, Selasa (15/10/2019) sebagaimana dalam siaran persnya.

Gebyar Pendidikan Anggota ke-II Kopma Kopima Universitas Semarang mengambil tema “Menciptakan Generasi Milenial yang Berani Berwirausaha dan Memiliki Jiwa Koperasi”.

Acara turut dihadiri Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan Universitas Semarang Supoyo, Pembina Kopma Kopima Universitas Semarang Djoko Santoso, Ketua Umum Kopma Kopima Enggiy Irfan Bachtiar, Founder Ada Ide Aja, dan Founder Blazbluz. Serta melibatkan sebanyak 1.000 peserta.

“Banyak anak muda yang bergabung dalam komunitas yang memililki kesamaan, baik itu kesamaan hobi atau kesamaan profesi atau kesamaan lingkungan. Apabila komunitas tersebut ingin mengembangkan bisnis yang dimiliki dan dikelola bersama atas dasar equalitas maka koperasi menjadi pilihan yang tepat,” kata Rulli.

Apalagi di era Revolusi Industri 4.0 berkembang apa yang disebut sharing economic yang didasarkan atas kolaborasi atau kerja sama diantara pelaku usaha.

Nilai kolaborasi ini sejalan dengan nilai dan karakteristik koperasi sehingga seharusnya koperasi bisa berkembang baik di era saat ini dan akan datang. “Artinya koperasi itu adalah organisasi atau entitas usaha yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha yang ingin berkolaborasi di era disruptive dan sharing economy dewasa ini,” papar Rulli.

Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan Universitas Semarang, Supoyo, mengatakan, keberadaan koperasi mahasiswa sebagai wadah dan sarana belajar mahasiswa dalam mengelola suatu usaha, selain untuk kepentingan bisnis.

Oleh karena itu menurut Supoyo, keberadaan Kopma diharapkan mampu mencetak wirausaha muda dan kader gerakan koperasi di kampus-kampus perguruan tinggi yang nantinya akan memajukan perekonomian bangsa.

Ketua Umum Kopma Kopima, Enggiy Irfan Bachtiar, mengatakan, tujuan acara ini diadakan agar para anggota dapat menumbuhkembangkan semangat kelembagaan yang bersikap swadaya, swakarsa, dan swasembada sebagai pencerminan dari rasa percaya kepada diri sendiri. “Yang pada gilirannya akan menumbuhkan sikap kemandirian lembaga dalam setiap aspek tata kehidupan organisasi,” kata Enggiy.



Sumber: Suara Pembaruan