Menteri Susi Ingin Semua Pulau Terluar Punya SKPT

Menteri Susi Ingin Semua Pulau Terluar Punya SKPT
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ( Foto: Istimewa )
Aichi Halik / AHL Kamis, 10 Oktober 2019 | 20:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan, dirinya menginginkan di semua 111 pulau terluar terbangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di setiap pulau tersebut.

Menurut Susi, SKPT dibuat karena pulau-pulau terluar NKRI merupakan hal yang sangat strategis serta penting sekali untuk keamanan bangsa dan negara, apalagi sekitar 70 persen dari wilayah Indonesia adalah lautan.

"Supaya bisa ikut berpartisipasi, saya ingin ini dikelola oleh perusahaan daerah, tetapi persoalannya ada UU otonomi daerah yang mengatur bahwa seluruh aset dan pengelolaan laut di serahkan ke provinsi, padahal provinsinya jauh-jauh tidak mungkin bisa kelola," kata Menteri Susi pada acara peresmian 16 kegiatan prioritas kelautan dan perikanan di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Menurut Susi, saat ini baru terbangun sebanyak 12 SKPT, dan diharapkan setiap tahunnya akan terbangun 5-10 SKPT per tahun.

"Pulau terdepan harus menjadi kegiatan sentra ekonomi dan pertahanan kita," kata Susi.

Pekerjaan rumah sekarang terkait SKPT, kata Susi, adalah membuka akses yang memadai sebagai sarana untuk melakukan ekspor komoditas perikanan.

Susi meresmikan 16 proyek prioritas pembangunan kelautan dan perikanan, yakni proyek pembangunan prioritas tersebut adalah Cold Storage berkapasitas 1000 ton di Muara Karang, Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik, SKPT Merauke, SKPT Morotai, SKPT Talaud, SKPT Biak, SKPT Mimika.

Selanjutnya, Pasar Ikan Modern (PIM) Bandung, Pabrik Pakan Pangandaran, Embung Pangandaran, Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Bone, Poltek KP Kupang, Poltek KP Jembrana, Poltek KP Pangandaran, Akademi Komunitas Wakatobi, dan Kantor Karantina Wilayah Kerja Sebatik.



Sumber: BeritaSatu TV