Kolaborasi PPI dan IP Garap IPP Jawa-1

Kolaborasi PPI dan IP Garap IPP Jawa-1
Ilustrasi jaringan listrik. ( Foto: Antara )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 10 Oktober 2019 | 08:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Teka-teki kerja sama strategis antara dua anak perusahaan BUMN, yakni Pertamina Power Indonesia (PPI) dan Indonesia Power (IP) akhirnya terungkap. Proyek prestisius dengan tiga penghargaan internasional, yakni mega proyek terintegrasi LNG FSRU-IPP Jawa-1, merupakan proyek pertama yang masuk dalam kesepakatan kerja sama antara PPI dan IP.

Langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh PPI memang selalu mengejutkan industri kelistrikan Indonesia. Terlebih, masuknya Pertamina ke bisnis kelistrikan melalui PPI sempat disalahartikan publik sebagai ajang persaingan baru kedua perusahaan pelat merah tersebut yakni Pertamina dan PLN.

Dalam kesempatan terpisah, menanggapi pertanyaan mengapa kedua perusahaan yang dianggap bersaing tersebut sekarang justru berkolaborasi, President Director dan CEO PPI, Ginanjar, menegaskan, PPI tidak pernah bersaing dengan IP dan juga anak-anak perusahaan PLN lainnya. Pasalnya, tidak semua tahun bahwa PPI juga sempat berkolaborasi di proyek lain dengan PJB.

"Please, itu teori-teori kolonialisme dan devide et Impera (adu domba), teori imperialisme. Di Indonesia, kita adalah suplementary PLN dan kolaborator anak perusahaan PLN. Di dunia internasional, kita tentunya akan selalu membawa expertise IP," ujar Ginanjar, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya yang diterima Beritasatu.com, Kamis (10/10/2019).

Berdasarkan pemberitaan-pemberitaan sebelumnya, disebutkan pembahasan dan kesepakatan pimpinan puncak PPI dan IP salah satunya dalam pembentukan Joint Venture (JV) dan Operation & Maintenance (O&M) proyek IPP Jawa-1.

Informasi itu tentu tidak mengherankan, lantaran Direktur Utama dan CEO PPI, Ginanjar, menyatakan, bisnis kelistrikan merupakan teknologi yang sepenuhnya harus mampu ditangani anak bangsa. Hal tersebut lantaran IP sudah mempunyai pengalaman dalam O&M pembangkitan.

IPP Jawa-1 yang dipimpin PPI menggunakan teknologi terkini GE dengan IP merupakan pemilik dan tentunya akan menjadi operator proyek pembangkit Tambak Lorok (800MW) yang juga menggunakan teknologi yang sama di IPP Jawa-1, yaitu 9HA.02. Ini merupakan contoh kolaborasi yang sempurna.

Kerja sama kedua perusahaan anak negeri ini juga merambah dan diperluas dalam kerja sama bisnis internasional, yaitu Proyek IPP Bangladesh (1.200 MW) yang saat ini sedang dikembangkan oleh PPI.

Kerja sama di proyek ini bukan hanya di bidang O&M. Namun, IP juga masuk sebagai pengembang bersama PPI, yang merupakan pimpinan konsorsium, serta anggota lainnya dari perusahaan domestik Bangladesh.

Pembahasan mengenai ikut sertanya IP sebagai anggota konsorsium proyek Bangladesh ini sebenarnya sudah dilakukan jauh sebelumnya, yaitu saat IP dipimpin Sripeni Inten, yang saat ini jadi Pelaksana tugas (Plt) Dirut PLN.



Sumber: BeritaSatu.com