Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Rp 300.000

Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Rp 300.000
Menteri BUMN Rini Soemarno saat melihat proses instalasi girder di casting yard #1, Cikarang Barat yang merupakan tempat produksi girder terbesar untuk Proyek KCJB, Senin (30/9/2019). (Foto: istimewa / istimewa)
/ WBP Selasa, 1 Oktober 2019 | 14:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan membanderol harga tiket kereta cepat Jakarta-Bandung untuk kelas 2 maksimal Rp 300.000 per orang.

Kereta cepat, yang ditargetkan dapat memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung dari 180 menit menjadi 46 menit itu melayani tiga kelas penumpang, yakni VIP, kelas 1 dan kelas 2.

Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra di Kantor Kemko Perekonomian di Jakarta, Selasa (1/10) mengatakan harga tiket termurah itu telah mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Dukung Kereta Api Cepat, Kempupera Akan Sterilisasi 500 Perlintasan Jalan

Menurutnya, harga tiket kereta api reguler Jakarta-Bandung saat ini sebesar Rp 150.000 hingga Rp 300.000 dengan waktu tempuh tiga jam. Jika waktu tempuh dipangkas menjadi 45 menit, maka KCIC memandang harga tiket Rp 300.000 per orang sudah relevan. "Pokoknya disesuaikan dengan kondisi saat ini jadi kira-kira Rp 300.000 untuk kelas dua," ujar Chandra Dwiputra.

Kereta Cepat Beroperasi 2021, Jakarta-Bandung Hanya 46 Menit

Chandra menjelaskan, ada beberapa kendala dalam pembangunan proyek kereta cepat yang akan mengandalkan armada canggih CR400AF MU itu. Namun dia optimistis proyek tersebut dapat berjalan pada 2021. Kendala itu antara lain pembebasan lahan dan relokasi listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). "Lahan sebenarnya tinggal sedikit lagi, tidak sampai 1 persen. Itu ada di Bandung, di pinggir tol," kata Chandra Dwiputra.

Dia memastikan bahwa pembangunan infrastruktur pada akhir Desember 2019 sudah mencapai 50 persen. Sejauh ini, KCIC mengklaim prosesnya hampir 35 persen. "Kami sudah jalankan satu tahun lebih, tinggal dua tahun lagi," kata Chandra Dwiputra.

Chandra menuturkan untuk memastikan kesiapan operasional di 2021, KCIC mulai merekrut sumber daya manusia (SDM) seperti posisi masinis. Perusahaan membutuhkan 36 masinis. Selain itu, KCIC juga akan merekrut karyawan untuk pemeliharaan trase dan kereta.

KCIC rencananya mengambil SDM dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) dan Politeknik Perkeretaapian Indonesia (API). "Sekarang sedang proses dengan STTD di Bekasi dengan API (Akademi Perkeretaapian Indonesia) di Madiun. Mungkin harapan 36 (masinis), kemudian control center cukup banyak, dan pemeliharaan," kata Chandra Dwiputra.



Sumber: ANTARA