Petrokimia Gresik: Sektor Pertanian Membutuhkan Tenaga Milenial

Petrokimia Gresik: Sektor Pertanian Membutuhkan Tenaga Milenial
Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik Meinu Sadariyo menjelaskan acara Jambore Petani Muda di Kampus IPB, Dramaga, Bogor, Sabtu (28/9/2019). ( Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale )
Vento Saudale / FMB Sabtu, 28 September 2019 | 16:41 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya regenerasi petani dan menumbuhkan ketertarikan generasi muda pada pertanian, PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), menggelar Jambore Petani Muda di 12 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) salah satunya Institut Pertanian Bogor (IPB).

Direktur Pemasaran PG Meinu Sadariyo menuturkan, dalam kegiatan ini, Petrokimia Gresik mewadahi ide kreatif generasi milenial di bidang pertanian yang berorientasi profit. Nantinya dua belas tim terbaik dari setiap PTN (masing-masing satu tim) akan mendapat kesempatan memaparkan idenya secara langsung di hadapan dewan juri.

Sementara dalam sesi pemaparan, CEO Talk, Mainu menjelaskan, Petrokimia Gresik saat ini tengah melakukan transformasi bisnis untuk mewujudkan diri sebagai perusahaan yang berorientasi pada pertanian masa depan dan agroindustri, di mana keberhasilan kedua sektor ini, salah satunya, bergantung pada peran generasi milenial.

Untuk itu, Mainu mengajak seluruh mahasiswa, khususnya di IPB di Bogor, untuk berperan aktif memanfaatkan lahan untuk kegiatan bercocok tanam, menjadi pengusaha sukses pertanian, sekaligus mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

“Bidang pertanian jika dikelola dengan baik, benar, dan serius maka akan menjadi bidang yang prospektif, bahkan ada banyak komoditas pertanian yang bisa ekspor, dan tidak akan kalah dengan bidang lainnya,” paparnya di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/9/2019).

Regenerasi petani merupakan isu penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh pihak terkait. Berdasarkan data Sensus Pertanian 2013, jumlah rumah tangga petani turun 20 persen dari 79,5 juta menjadi 63,6 juta, atau turun 15,6 juta rumah tangga. Hal ini kemudian diperparah lagi dengan kondisi bahwa 61 persen petani Indonesia telah berusia lebih dari 45 tahun.

“Karena itu, keterlibatan generasi milenial dalam mendukung, mengembangkan, serta memajukan sektor pertanian menjadi sangat dibutuhkan. Pertanian juga perlu sentuhan serta terobosan generasi milenial,” katanya.

Adapun keduabelas PTN yang menjadi tuan rumah program Jambore Petani Muda antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Lampung (Unila), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Jember (UNEJ), Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin (Unhas), serta Universitas Lambung Mangkurat. Kegiatan ini sendiri digelar secara roadshow selama September 2019.

Jambore Petani Muda 2019 merupakan tahun ketiga sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017. Rahmad berharap, melalui program ini Petrokimia Gresik dapat berkontribusi dalam melahirkan sosok petani muda tangguh dan sukses yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan menginspirasi generasi milenial lainnya untuk mau menekuni sektor pertanian.



Sumber: BeritaSatu.com