Harga Minyak Turun Menyusul Spekulasi Ekspor Minyak Iran

Harga Minyak Turun Menyusul Spekulasi Ekspor Minyak Iran
Ilustrasi produksi minyak ( Foto: Istimewa )
/ WBP Rabu, 11 September 2019 | 09:41 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak turun tipis pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (11/9/2019), setelah Presiden AS Donald Trump memecat penasihat keamanan nasional John Bolton, yang mengambil sikap keras terhadap Iran. Hal ini meningkatkan spekulasi kembalinya ekspor minyak mentah Iran ke pasar. Namun jaminan Menteri Energi baru Arab Saudi untuk pengurangan produksi berkelanjutan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya mendukung pasar.

Minyak mentah berjangka Brent pengiriman November turun US$ 0,21 menjadi US$ 62,38 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Oktober berkurang US$ 0,45 menjadi US$ 57,40 per barel.

Sementara stok minyak mentah AS turun 7,2 juta barel pekan lalu, lebih besar dari ekspektasi analis 2,7 juta barel, data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan. Angka resmi akan dirilis pada Rabu waktu setempat.

Trump tiba-tiba memberhentikan Bolton di tengah ketidaksepakatan tentang bagaimana menangani tantangan kebijakan luar negeri seperti Korea Utara, Iran, Afghanistan dan Rusia.

Bolton (70) menempati jabatan itu pada April 2018, dan sejak itu dikenal sebagai sosok hawkish dalam pemerintahan Trump yang mengadvokasi kebijakan luar negeri yang keras, terutama terkait Iran dan Afghanistan. "Pasar menganggap itu sebagai tanda bahwa pemerintahan Trump mungkin menjadi kurang hawkish di Iran, membuka pembicaraan dan kemungkinan kembalinya minyak Iran," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago.

Ekspor minyak mentah Iran dipangkas lebih dari 80 persen karena sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat setelah Trump keluar tahun lalu dari perjanjian nuklir Iran.



Sumber: Reuters, Antara