Kemperin Revitalisasi IKM Pasca-Bencana di Sulteng

Kemperin Revitalisasi IKM Pasca-Bencana di Sulteng
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, di Palu, Selasa (20/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Ridho Syukro / FER Selasa, 20 Agustus 2019 | 17:59 WIB

Palu, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) berupaya mendorong tumbuhnya wirausaha baru industri kecil dan menengah (IKM) dan revitalisasi sentra produksi di Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam rangka penyerapan tenaga kerja untuk meningkatkan perekonomian.

"Upaya yang dilakukan oleh Ditjen IKMA diantaranya melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM dalam berwirausaha terutama melalui peningkatan etos kerja, produktivitas, kreativitas, dan inovasi," ujar Direktur Jenderal IKMA Kemperin, Gati Wibawaningsih, di Palu, Selasa (20/8/2019).

Gati menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal IKMA untuk merevitalisasi kegiatan IKM di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala. Bencana alam berupa gempa bumi disertai tsunami dan likufaksi, telah menyebabkan korban jiwa maupun kerugian ekonomi dalam skala cukup besar dan juga menyusutkan kapasitas produksi yang berakibat pada kerugian finansial bahkan pertumbuhan pembangunan mengalami kemunduran.

"Oleh karena itu, sejak masa tanggap darurat hingga saat ini memasuki masa rehabilitasi, Kemperin bersama pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan untuk meringankan beban saudara-saudara kita dan melakukan berbagai upaya untuk revitalisasi industri kecil dan menengah yang terkena dampak bencana alam," tambah Gati.

Adapun bantuan yang diberikan dalam bentuk pelatihan desain dan fasilitasi mesin serta peralatan bagi sentra IKM rotan dan pakaian jadi di Kota Palu, Bimbangan teknis IKM dan fasilitasi mesin serta peralatan konveksi di Kabupaten Sigi, Bimbingan teknis IKM dan fasilitasi mesin serta peralatan perbengkelan kendaraan roda dua dan pengelasan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala.

"Selain bimbingan teknis, Ditjen IKMA juga memberikan bantuan startup capital berupa peralatan produksi kepada kelompok usaha yang berada di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala," tambah Gati

Menurut Gati, pengembangan sektor industri perlu dilakukan dengan sinergi bersama antara pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah.

"Saya berharap dengan sinergi yang dibangun antara Kemperin dengan segenap dinas yang membawahi sektor industri di provinsi Sulteng dapat mengakselerasi peningkatan jumlah wirausaha, industri baru, meningkatkan potensi sentra-sentra IKM dan berkontribusi mengembangkan pemberdayaan ekonomi," tandas Gati.

Gati optimistis, investasi sektor industri akan semakin menggeliat karena komitmen pemerintah yang terus menciptakan iklim usaha yang kondusif. Misalnya, kebijakan kemudahan izin usaha serta memberikan insentif fiskal dan nonfiskal.

"Ditjen IKMA telah banyak melakukan pembinaan kepada pelaku IKM nasional melalui berbagai program dan kegiatan strategis seperti peningkatan kemampuan sentra IKM, pengembangan produk IKM, penumbuhan wirausaha baru IKM, restrukturisasi mesin dan peralatan IKM, serta e-Smart IKM," pungkasnya.



Sumber: Investor Daily