Dirjen Pajak: Target Rp 1.861 Triliun Tidak Mustahil

Dirjen Pajak: Target Rp 1.861 Triliun Tidak Mustahil
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Robert Pakpahan di Studio Beritasatu TV, 19 Agustus 2019. ( Foto: Beritasatu )
Heru Andriyanto / HA Selasa, 20 Agustus 2019 | 16:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan mengakui target penerimaan perpajakan tahun depan yang dipatok naik 13,3% akan menjadi tantangan yang sulit, tetapi menurutnya bukan hal yang mustahil diwujudkan.

Dalam dialog di Beritasatu News Channel, Senin (19/8/2019) malam, Robert mengingatkan bahwa tahun lalu penerimaan pajak juga mampu tumbuh 13%.

"Memang cukup menantang, tetapi bukan sesuatu yang mustahil karena tahun 2018 pernah juga penerimaan perpajakan itu tumbuh sekitar 13 persenan," kata Robert dalam program Prime Time Talk.

Realisasi penerimaan pada 2020 nanti akan sangat ditentukan oleh kondisi perekonomian.

"Kalau melihat target penerimaan perpajakan yang dicantumkan di RAPBN 2020 tadi seperti yang dibacakan Rp 1.861,8 triliun, tumbuh sekitar 13% dari proyeksi penerimaan 2019. Di dalam membuat perencanaan kan biasanya dilihat pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi penerimaan pajak," jelasnya.

"Pertama kita lihat, di empat tahun terakhir penerimaan pajak memang rata-rata tumbuhnya hanya 7,7%, kemudian tahun 2018 pernah juga penerimaan perpajakan itu tumbuh 13% padahal ekonominya tumbuh sekitar 5%. Jadi pernah juga dia tumbuh melampaui pertumbuhan PDB."

Asumi makro yang ditetapkan pemerintah untuk 2020 adalah pertumbuhan ekonomi riil 5,3%, inflasi 3,1%, dan menurut Robert produk domestik bruto akan tumbuh sekitar 8,4%.

"Sehingga kalau elastisitas satu, (pertumbuhan) penerimaan pajak at least 8,4% harusnya dapat," kata peraih doktor dari University of North Carolina, AS, itu.

"Tapi ini (target penerimaan pajak) tumbuh 13% sehingga diasumsikan elastisitas lebih dari satu. Bukan pekerjaan yang mudah tetapi harusnya masih bisa dicapai asal Kementerian Keuangan, Direktorat Pajak mempunyai langkah-langkah yang pas di dalam administrasi perpajakan dan collection (pemungutan). Mudah-mudahan juga proyeksi-proyeksi ekonomi bisa sesuai dengan yang digambarkan atau bahkan lebih bagus daripada yang direncanakan."

Robert menambahkan membuat target penerimaan memang lebih sulit karena semua didasarkan pada proyeksi atau sangat tergantung pada faktor-faktor eksternal, berbeda dengan rencana pengeluaran yang sudah jelas alokasinya.

Guna menggenjot penerimaan pajak tahun depan, Robert menegaskan akan meningkatkan pelayanan pajak dan edukasi.

"Pelayanan dan edukasi itu sangat penting karena bisa saja orang-orang tidak bayar pajak karena tidak tahu," ujarnya.

"Kemudian proses yang juga penting adalah pengawasan, tidak mungkin berhasil kalau tidak diawasi. Tidak harus 100% diawasi tetapi harus dibuat sistem yang baik. Jangan sampai salah memeriksa, kalau sudah patuh jangan diganggu."

Simak penjelasannya lebih lanjut dalam video berikut:



Sumber: BeritaSatu TV