Lion dan Garuda Jalin Sinergi Bangun Hanggar di Batam

Lion dan Garuda Jalin Sinergi Bangun Hanggar di Batam
Sebuah pesawat penumpang jenis Boeing 737-900ER milik maskapai Lion Air berada di hanggar Maintenance Repair and Overhaul (MRO) PT Batam Aero Technic di komplek Bandara Hang Nadim, Batam, Senin (27/1). MRO yang dioperasikan PT Batam Aero Technic (anak perusahaan Lion Group) mampu menampung 12 pesawat dengan nilai investasi sebesar USD 250 juta. ( Foto: Antara/Joko Sulistyo )
Thresa Sandra Desfika / FER Rabu, 14 Agustus 2019 | 18:30 WIB

Batam, Beritasatu.com - Lion Air Group dan Garuda Indonesia Air Group bekerja sama membangun fasilitas maintenance, repair, overhaul (MRO) di Batam melalui kerja sama joint venture (JV). Kerja sama ini diharapkan meningkatkan daya saing MRO lokal di kancah internasional.

Peletakkan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut, dilakukan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, bersama Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, Rabu (14/8/2019).

Darmin mengapresiasi langkah yang dilakukan Lion Air Group melalui Batam Aero Technic (BAT) dan Garuda Indonesia Group melalui Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia itu. Kerja sama tersebut dinilai bisa memperkuat daya saing industri penerbangan Indonesia di kancah dunia.

"Kita boleh optimistis bahwa aviasi kita tidak hanya dalam negeri tapi kita ingin muncul pada tingkat regional. Saya melihat kalau kita semakin banyak hal-hal seperti kerja sama ini, industri kita akan lebih percaya diri," kata Darmin.

Darmin mengharapkan, kerja sama antara Garuda dengan Lion tersebut bisa terus dilanjutkan. Pasalnya, sampai saat ini bisnis MRO masih cukup menjanjikan. Di Indonesia sendiri, dari potensi pangsa pasar yang ada setiap tahunnya, baru sepertiganya yang diserap oleh perusahaan MRO nasional. Sedangkan, mayoritas sisanya dikerjakan di luar negeri, terutama Singapura.

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya mengapresiasi kerja sama Garuda dan Lion Air ini. Pasalnya, perawatan dan suku cadang pesawat merupakan bagian dari komponen biaya operasional pesawat yang cukup besar. Dengan adanya, kerja sama ini diharapkan mampu menekan biaya perawatan dan suku cadang pesawat.

"Tiga hal yang menentukan biaya operasional pesawat adalah avtur, leasing, dan MRO. Jadi satu hal yang baru kolaborasi Garuda dan Lion di mana dua pemain besar bangun MRO," kata Budi Karya.

Sementara itu, pendiri Lion Air Group, Rusdy Kirana, mengatakan, peresmian pembangunan hanggar JV BAT dan GMF menjadi sejarah dua maskapai nasional bersatu untuk membangun Indonesia.

"Hari ini menjadi sejarah, dimana dua airlines bersatu untuk membangun Indonesia lebih maju," ungkap Rusdi.



Sumber: BeritaSatu.com