Asosiasi Minta Taksi Online Bebas Ganjil Genap

Asosiasi Minta Taksi Online Bebas Ganjil Genap
Ilustrasi taksi online. ( Foto: istimewa )
Thresa Sandra Desfika / WBP Rabu, 14 Agustus 2019 | 12:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Driver Online (ADO) mengharapkan taksi online (angkutan sewa khusus/ASK) dapat diizinkan memasuki zona ganjil genap di Jakarta seperti taksi berpelat kuning. Untuk itu, ADO mengusulkan adanya penanda khusus taksi online dari kepolisian sehingga membedakan dengan kendaraan pribadi.

Sekretaris Jenderal DPP ADO Wiwit Sudarsono menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah resmi mengumumkan perluasan zona ganjil genap di 16 titik di Ibu Kota dan memperpanjang jam berlakunya ganjil genap pada sore hari, yang semula pada pukul 16.00 – 20.00 WIB menjadi pukul 16.00 – 21.00 WIB. Selain itu, Pemprov menghapus zona pengecualian ganjil genap, yaitu dari gerbang tol hingga persimpangan terdekat dan dari persimpangan hingga gerbang tol terdekat.

"Hal tersebut sangat memberatkan kami selaku pekerja di sektor transportasi berbasis aplikasi. Dalam Peraturan Gubernur No 155/2018 dan rencana perluasan ganjil genap yang saat ini sedang dalam uji coba, kembali hanya taksi pelat kuning yang bebas beroperasi dalam zona ganjil genap," ungkap Wiwit Sudarsono dalam keterangannya, Rabu (14/8/2019).

Wiwit Sudarsono menambahkan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyikapi perluasan zona ganjil genap dengan mengusulkan agar taksi online dapat diizinkan memasuki zona ganjil genap seperti taksi pelat kuning. Atas hal itu, lanjut Wiwit, pihaknya memberikan apresiasi dan menyambut baik usulan tersebut dan akan mendukung kebijakan Pemprov Jakarta apabila taksi online diizinkan beroperasi dalam zona ganjil genap. "Mengingat, dengan diizinkannya taksi online beroperasi dalam zona ganjil genap, ratusan ribu pengemudi taksi online tetap dapat menjalankan aktivitasnya dalam mencari nafkah untuk keluarganya," sebut Wiwit Sudarsono.



Sumber: Investor Daily