Diskriminasi Sawit, RI Balas Tindakan Uni Eropa

Diskriminasi Sawit, RI Balas Tindakan Uni Eropa
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan data impor jagung yang disebutkan Presiden Joko Widodo sesuai data kementerian.
Novy Lumanauw / MPA Senin, 12 Agustus 2019 | 19:20 WIB


Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan, Pemerintah Indonesia akan membalas perlakuan tidak adil Uni Eropa terhadap produk sawit asal Indonesia.

Pada Maret lalu, Komisi Uni Eropa (UE) memutuskan untuk menghapus penggunaan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) asal Indonesia sebagai bahan bakar nabati. Komisi Eropa menganggap CPO Indonesia tidak layak dijadikan bahan bakar karena produksinya merusak lingkungan.

“Mengenai Uni Eropa, kebijakan yang dilakukan seperti itu, ya kita tidak bisa diam saja. Kita kirim pesam juga bahwa kita kita bisa melakukan hal yang sama,” kata Mendag di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Mendag mengatakan, Pemerintah Indonesia juga saat ini mempersulit ekspor minuman beralkohol asal Uni Eropa.

“Yang sekarang sudah dilakukan adalah minuman beralkohol dari Uni Eropa. Tidak ada yang mengajukan. Jadi, tidak masuk.

Pokoknya tidak ada yang masuk ke Indonesia, jangan tanya bagaimana,” kata Mendag.

Menurut dia, selain minuman beralkohol, rencananya Pemerintah Indonesia juga akan menaikkan tarif dairy products asal Uni Eropa.

“Nanti, dairy products juga begitu. Saya bilang, mereka lakukan apa? Nah, kita kenakan tarif 8% sampai 18%. Kita juga bisa kenakan tarif 20% hingga 25%. Pokoknya kalau Uni Eropa menerapkan tarif, ya kita juga begitu,” kata Mendag.



Sumber: Investor Daily