Kanal Distribusi Keagenan Cigna Naik Tajam

Kanal Distribusi Keagenan Cigna Naik Tajam
Director and Chief Distribution Officer Cigna Indonesia Dini Maharani (kedua kanan) sedang memberikan arahan kepada Profesional Insurance Cigna Indonesia Tamba Tua Sidabutar (kiri), Telemarketing Representative M Habibie, dan Profesional Insurance Advisor Norris Simanjuntak (kanan) di sela-sela acara Top Agent Award 2018 Asosiasi Asuranji Jiwa Indonesia (AAJI) di Solo, Jateng, Sabtu, 10 Agustus 2019. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Minggu, 11 Agustus 2019 | 13:23 WIB

Solo, Beritasatu.com – Perusahaan asuransi jiwa PT Cigna Asuransi Indonesia (Cigna Indonesia) meyakini akan mencetak pertumbuhan signifikan untuk kanal distribusi keagenan sepanjang tahun ini. Hal itu didukung semakin masifnya layanan digital serta penetrasi para flying agent Cigna ke berbagai daerah di pelosok Tanah Air.

“Kami optimistis hingga akhir tahun nanti pertumbuhan keagenan mencapai 40 persen. Makanya, kami yakin peringkat kami di AAJI akan terus meningkat,” ujar Director and Chief Distribution Officer Cigna Indonesia Dini Maharani seusai acara Top Agent Award (TAA) 2018 Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/8/2019).

Dini menjelaskan, tahun lalu Cigna meraih peringkat ke-22 di ranking Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), atau naik dari tahun 2017 yang di posisi ke-25. Pencapaian itu ikut didongkrak kenaikan pendapatan premi dari keagenan.

Cigna memulai kanal distribusi keagenan sejak 2015 untuk melengkapi kanal distribusi telemarketing dan kanal distribusi affinity marketing (mitra institusi keuangan dan nonkeuangan).

Menurut Dini, kontribusi dari kanal ini meningkat tajam setelah pada awal 2017 Cigna memperkuat agen-agennya dengan aplikasi digital yang dikenal dengan e-apps. Inovasi layanan aplikasi digital ini memang diluncurkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis keagenan.

Dengan sistem terintegrasi, aplikasi elektronik e-apps ini akan meningkatkan efisiensi dan profesionalitas para agen, sehingga akses nasabah untuk memperoleh asuransi Cigna Indonesia semakin cepat dan mudah.

Dikatakan, pengajuan asuransi juga dapat dilakukan lewat aplikasi yang terintegrasi dengan sistem Cigna Indonesia. Lewat e-apps itu, proses pengajuan asuransi menjadi sangat cepat. Agen bisa menjual produk Cigna di mana saja dan kapan saja.

“Tidak ada lagi hard copy di mana agen bolak-balik ke kantor pusat. Lewat e-apps, pengajuan langsung ditandatangani lewat tablet agen dan langsung terkirim ke kantor pusat untuk under writing-nya,” papar dia.

Saat ini dari 500 agen yang dimiliki Cigna, hampir seluruhnya telah menggunakan e-apps untuk melayani nasabah. Ia melanjutkan, layanan e-apps itu juga sangat menolong para flying agent yang menjadi “agen spesial” Cigna. Mereka bisa menjangkau daerah-daerah lain dengan cepat.

Dari puluhan perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, saat ini baru Cigna yang serius mengelola dan memiliki flying agent. Menurut Dini, flying agent mirip sniper di dunia militer. Mereka memiliki tugas khusus dengan pencapaian target jitu. Performa pencapaian flying agent Cigna yang jumlahnya sekitar 40 orang itu mencapai 85 persen.

Ia menambahkan, para flying agent ini memberi kontribusi sekitar 35 persen dari pendapatan premi bisnis baru Cigna dari kanal distribusi keagenan. Kontribusi dari kanal keagenan terhadap GWP Cigna sebesar mencapai 8,2 persen, padahal dua tahun sebelumnya baru 3 persen. Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan premi bruto dari keagenan mencapai Rp 19,53 miliar.

Menurut Dini, dengan flying agent, pihaknya tidak perlu memiliki banyak kantor, dan itu mengurangi pengeluaran bagi perusahaan, Sepanjang tahun ini, pihaknya sama sekali tidak ekspansi untuk penambahan jaringan kantor karena fokus pada pengembangan platform digital. “Tapi tahun depan kami akan buka satu atau dua kantor sebagai branding Cigna,” ujar dia.



Sumber: BeritaSatu.com