Mendag Berharap Pejabat Baru Jalankan Mandat Presiden

Mendag Berharap Pejabat Baru Jalankan Mandat Presiden
Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bersama Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Perdagangan Chile Rodrigo Yáñez Benítez melakukan pertukaran Instrument of Ratification (IoR) Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA),Jakarta,Selasa 11 Juni 2019 di Kementerian Perdagangan RI. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Ridho Syukro / FER Kamis, 8 Agustus 2019 | 18:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, merotasi tujuh posisi eselon I di lingkungan Kementerian Perdagangan (Kemdag). Rotasi dilakukan berdasarkan restu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan juga didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) yang terbit pada 15 Juli 2019 lalu.

Acara pelantikan baru dilakukan karena harus disesuaikan keperluan institusi merotasi pejabatnya. Karena ada pejabat yang memasuki masa pensiun.

"Susunan baru Pejabat Eselon I Kemendag ini diharapkan dapat memimpin kinerja Kemdag lebih baik lagi dalam memenuhi mandat presiden,” kata Mendag Enggartiasto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Mendag melantik tujuh pejabat setingkat eselon I di lingkungan Kemdag yaitu Oke Nurwan sebagai Sekretaris Jenderal, menggantikan Karyanyo Suprih yang menjelang masa pensiun. Dilantik juga Suhanto sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Dody Edward sebagai Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional.

Turut pula dilantik Tjahya Widayanti sebagai Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Arlinda sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional, dan Karyanto Suprih, sebagai Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga.

Pelantikan ketujuh Pejabat Eselon I Kemendag tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 78/TPA Tahun 2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Perdagangan yang ditetapkan pada 15 Juli 2019.

Mendag meyakini, formulasi pejabat eselon I yang baru dilantiknya dapat memenuhi proporsi yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas Kemdag sehari-hari. Ia juga berpesan, pejabat yang baru dilantik, harus mampu berani mengambil risiko dalam memberikan keputusan yang tepat dan cepat demi kelangsungan perekonomian negara.

"Sebagai pemimpin, loyalitas yang paling utama adalah kepada Merah Putih, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita harus mempunyai hubungan yang baik dengan semua, loyal terhadap atasan, rekan, dan bawahan, serta saling bahu membahu satu sama lainnya. Saya yakin Kemendag mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam membangun negara dan melayani masyarakat," imbuh Mendag.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mengatakan, rotasi pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Perdagangan berdasarkan surat keputusan (SK) sama sekali tidak menyalahi aturan. Persoalan acara seremonial pelantikan pejabat itu hanya bentuk deklarasi untuk internal dan eksternal.

"Secara administrasi SK yang keluar bulan Juli itu harus dijalankan. Itu kepastian hukum," ujar Trubus.

Trubus menjelaskan, intervensi Presiden Jokowi yang meminta menteri tidak melakukan rotasi jabatan itu tidak bisa mengubah kebijakan yang telah diputuskan sebelumnya. Meskipun secara status menteri merupakan pembantu presiden.

Di kesempatan berbeda, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) meminta jajaran menterinya menyelesaikan perundingan kerjasama perdagangan bebas antara Indonesia dengan negara kawasan pada akhir tahun. Dia menjelaskan fokus kerja sama ini untuk mendorong sektor industri serta ekspor agar mempunyai pasar yang kuat.

"Saya kasih target semua, menteri perdagangan dan menteri lain, untuk mempercepat perundingan. Akhir tahun ini selesai perundingan," tegas JK.



Sumber: Investor Daily