Penerapan Aturan Tarif Ojol Diperluas ke 88 Wilayah

Penerapan Aturan Tarif Ojol Diperluas ke 88 Wilayah
Ilustrasi ojek dalam jaringan. ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / FMB Kamis, 8 Agustus 2019 | 14:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) memperluas wilayah pemberlakuan peraturan biaya jasa ojek online (ojol) ke 88 wilayah per 9 Agustus 2019 pukul 00.00 waktu setempat.

Regulasi yang dimaksud ialah Keputusan Menteri Perhubungan No. KP 348 Tahun 2019 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat Yang Dilakukan Dengan Aplikasi.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani menjelaskan, penerapan keputusan menteri perhubungan itu dilakukan bertahap sejak 1 Mei 2019 di mana pada tahap awal diberlakukan di lima kota. Setelah itu, wilayahnya bertambah menjadi 45 kota/kabupaten pada 1 Juli 2019.

"Sekarang Ini adalah tahap ketiga. Ada kurang lebih 88 kota/kabupaten yang tarifnya akan segera naik mulai tanggal 9 Agustus 2019 pukul 00.00 WIB," terang Yani di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Dengan adanya penambahan ini, sebut Yani, maka terdapat total 123 kota/kabupaten yang sudah menerapkan peraturan biaya jasa ojek online. Dia menambahkan, pemberlakuan kebijakan itu dilaksanakan bertahap lantaran dibutuhkan waktu untuk penyesuaian oleh masing-masing penyedia aplikasi ojek online.

"Kenapa kita lakukan bertahap? kita ingin melihat terkait bagimana kemudahan algoritma bisa disesuaikan antara masing-masing aplikator. Harusnya memang aplikator harus bareng. Kalau satunya naik satunya tidak, tidak bisa. Jadi penyesuaian algoritmanya harus sama-sama. Oleh sebab itu, memang kita lakukan bertahap," papar Yani.

Adapun Kemhub menetapkan tiga zona perhitungan ongkos bersih yang diterima pengemudi ojek online. Ongkos jasa bersih yang diterima pengemudi ojek online di Jabodetabek atau zona 2 minimal Rp 2.000 per km dan maksimal Rp 2.500 per km. Adapun untuk zona 1 besaran ongkos jasa minimal yang diterima pengemudi Rp 1.850 per km dan maksimal Rp 2.300 per km. Sedangkan, zona 3 ongkos minimal yang diterima pengemudi Rp 2.100 per km dan ongkos maksimal Rp 2.600 per km.



Sumber: BeritaSatu.com