Indonesia Great Sale Targetkan Transaksi hingga Rp 35 T

Indonesia Great Sale Targetkan Transaksi hingga Rp 35 T
Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Belanja dan Kuliner Kemenpar Vita Datau berikan keterangan pers kepada awak media saat peresmian Indonesia Great Sale menyambut HUT RI Ke-74, Jakarta, Selasa 6 Agustus 2019. Program Indonesia Great Sale akan digelar serentak di pusat-pusat belanja pada 14 Agustus hingga 25 Agustus 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Dina Fitri Anisa / FMB Rabu, 7 Agustus 2019 | 10:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menggelar Indonesia Great Sale 2019 pada 14 Agustus hingga 25 Agustus 2019. Program belanja yang dilaksanakan serempak di seluruh pusat perbelanjaan Indonesia ini diharapkan mampu mendongkrak wisata belanja Indonesia dan menghasilkan transaksi hingga Rp 35 triliun.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Belanja dan Kuliner Kementerian Pariwisata Vita Datau menuturkan, kerja sama antara APPBI dan Aprindo dalam Indonesia Great Sale akan mampu menjadi daya tarik wisata belanja tahunan yang menarik warga lokal maupun wisatawan asing.

Menurutnya, event Great Sale memang telah menjadi magnet bagi para shopaholic. Ini dirasakan oleh negara-negara tetangga di ASEAN seperti Malaysia dengan Mega Sale, Singapura dengan Singapore Great Sale serta Thailand dengan Amazing Thailand Great Sale.

“Ajang-ajang di negara-negara tersebut bahkan menjadikan warga Indonesia sebagai target pasarnya, karena kegemaran orang Indonesia berbelanja. Oleh karenanya sudah saatnya menjadi destinasi belanja bagi warganya sendiri, dengan cara memiliki event Great Sale tahunan, dengan waktu yang sama setiap tahunnya karena ini sekaligus menjadi magnet untuk wisatawan asing untuk datang dan berbelanja wisata di Indonesia,” terangnya usai jumpa pers, Indonesia Great Sale, kawasan Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2019).

Dengan data yang diperoleh, Vita melanjutkan, salah satu negara yang paling sering dikunjungi orang Indonesia untuk berbelanja ialah Prancis. Seperti diketahui, sejumlah merek fashion termahal dunia juga banyak diproduksi di Prancis. Tidak heran kalau uang yang dihabiskan orang Indonesia untuk belanja branded fashion cukup besar.

“Alasannya, tidak hanya mengincar brand, tetapi juga harga. Indonesia terbentur dengan harga pajak barang mewah. Harganya jauh sekali perbandingannya. Jadi mereka lebih milih menyeberangi negara lain, dan sisa uangnya bisa dibuat jalan-jalan,” jelasnya.

Untuk itulah, dengan digelarnya event belanja tahunan, Vita Datau meyakini agenda tersebut akan masuk daftar destinasi tahunan agensi-agensi wisata untuk kunjungan ke Indonesia. Maka sudah saatnya Indonesia harus menggerakan wilayahnya sebagai destinasi wisata belanja.

"Produk-produk furniture dan kerajinan Indonesia banyak diminati. Kita bisa kuatkan di area itu agar menjadi yang paling unggul. Kalau untuk barang branded atau fashion kita masih jauh dari Eropa. Makannya, produk lokal yang bisa diunggulkan harus bisa menjadi yang paling dicari wisatawan," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum APPBI, A Stefanus Ridwan S mengatakan melalui program belanja yang menawarkan pesta diskon hingga 74 persen ini, pihaknya juga memberikan kemudahan dan kesempatan bagi pusat perbelanjaan untuk menarik pengunjung.

"Kami juga berharap melalui Indonesia Great Sale yang dilaksanakan secara serempak, pengunjung dapat merasakan pengalaman terbaiknya dalam berbelanja mengingat terdapat variasi produk yang ditawarkan dengan promo yang fantastis," tuturnya.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan terselenggaranya Indonesia Great Sale ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana memacu daya beli masyarakat yang akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, Indonesia Great Sale merupakan kesempatan emas bagi pusat perbelanjaan, ritel serta restoran-restoran yang berada di dalam pusat perbelanjaan untuk dapat menggali potensi pasar secara maksimal. "Serta menggairahkan sektor perdagangan dan pariwisata di dalam negeri," ucapnya.

Ketua Umum DPP Aprindo Roy N Mandey mengatakan, pertumbuhan bisnis ritel masih berkembang baik di Indonesia dan terus mengalami kenaikan. Tentunya hal ini juga tak lepas dari kerja sama yang apik antara ritel dan pusat perbelanjaan yang terus menciptakan ide-ide baru sehingga mampu menarik hati pengunjung.

Oleh karena itu, sebagai upaya untuk terus meningkatkan daya beli pengunjung secara offline, pihaknya bersama dengan APPBI sepakat untuk menyelenggarakan Indonesia Great Sale.

"Di seluruh Indonesia setidaknya tercatat ada 321 mal dan peritel lebih dari 40.000 yang akan berpartisipasi. Ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi konsumen dalam memanfaatkan penawaran menarik," ungkapnya.

Roy pun kembali berpendapat, Indonesia Great Sale diharapkan mampu meningkatkan jumlah pengunjung dan nilai transaksi di seluruh pusat perbelanjaan di Indonesia hingga 20 persen. Optimisme ini berangkat dari banyaknya gerai ritel yang berpartisipasi di seluruh pusat perbelanjaan di Indonesia dan ditambah dengan kehadiran berbagai UMKM dalam acara Indonesia Great Sale.

Selain menjadi pesta diskon serempak pertama, Indonesia Great Sale juga diharapkan dapat menjadi jembatan yang dapat memberikan keuntungan lebih bagi pengusaha kecil dan menengah daerah untuk mempromosikan produk khas daerahnya di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia.

"Kami perkirakan selama acara Indonesia Great Sale berlangsung total transaksi akan mencapai Rp 35 triliun," tukas Roy.



Sumber: Suara Pembaruan