Lobi Mendag Dinilai Bisa Mendorong Ekspor Buah ke Tiongkok

Lobi Mendag Dinilai Bisa Mendorong Ekspor Buah ke Tiongkok
Buah manggis. ( Foto: Ist )
Ridho Syukro / FER Kamis, 25 Juli 2019 | 16:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Langkah Kementerian Perdagangan (Kemdag) untuk meningkatkan ekspor produk buah-buahan ke Tiongkok dinilai positif. Pasalnya, hortikultura merupakan salah satu produk unggulan Indonesia. Potensinya pun dinilai besar.

Upaya lobi yang dilakukan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita di Tiongkok, diharapkan bisa mendorong kuota impor manggis, dan buah lainnya, untuk mengalahkan Vietnam dan Thailand.

Ekonom Universitas Indonesia (UI), Fithra Faisal mengatakan, Indonesia memiliki keunggulan di produk makanan minuman, tembakau, tekstil, dan produk-produk pertanian serta perkebunan.
Hal ini, tentunya menjadi komoditas unggulan.

"Langkah yang dilakukan Mendag cukup positif. Apalagi, kalau kemudian berhasil melakukan negosiasi ekspor ke negara tersebut,” kata Fithra dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (25/7/2019).

Fithra mengungkapkan, potensi ekspor ke Tiongkok, tercermin dari membaiknya ekspor manggis ke negara tersebut. Pihaknya meyakini ekspor manggis dapat membaik seperti sebelum Negeri Tirai Bambu itu membatasi impor manggis dari Indonesia.

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor manggis ke Tiongkok pada 2018 tercatat sebesar 38,83 ribu ton, tumbuh hingga 324 persen dibandingkan ekspor pada 2017 yang hanya mencapai 9,16 ribu ton.

Nilai ekspor manggis pada 2018 pun tercatat sebesar Rp 474 miliar atau tumbuh 778 persen dari nilai ekspor pada 2017 yang sebesar Rp 54 miliar.

Ekspor manggis ke Tiongkok pernah mencapai US$36 juta pada 2012. Namun, angkanya turun drastis menjadi US$ 96.000 di 2013, menyusul larangan impor manggis dari Tiongkok.



Sumber: Investor Daily