Mendag Targetkan Peningkatan Ekspor ke Tiongkok

Mendag Targetkan Peningkatan Ekspor ke Tiongkok
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita ( Foto: Beritasatu TV )
Ridho Syukro / FER Selasa, 23 Juli 2019 | 17:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita membahas hambatan perdagangan yang dihadapi Indonesia dalam kunjungannya ke Tiongkok. Bersama Minister of General Administration of Custom China (GACC) Ni Yuefeng, kedua pihak sepakat membentuk joint working group. Lewat pendekatan tersebut, nilai ekspor Indonesia diyakini akan meningkat.

"Dengan pendekatan yang dilakukan dan persetujuan dari GACC, maka diharapkan dapat meningkatkan ekspor sekitar US$ 1 miliar," ujar Enggar dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (23/7/2019).

Enggar mengatakan, pemerintah mengharapkan agar Tiongkok memberi kemudahan atas ekspor sarang burung walet, buah-buahan tropis seperti nanas, buah naga, alpukat, durian, serta produk perikanan.

"Salah satu kendala yang menghambat laju ekspor berbagai komoditas tersebut adalah lamanya proses verifikasi yang dilakukan oleh GACC," terang Enggar.

Tak hanya sarang burung walet, berbagai buah-buahan Indonesia juga masih mengalami kesulitan untuk memasuki pasar Tiongkok. Hingga kini, tercatat hanya lima jenis buah-buahan Indonesia yang bisa diekspor ke Tiongkok. "Bandingkan dengan Thailand yang mencapai 20 jenis. Malaysia dan Vietnam juga jauh di atas kita," tambah Enggar.

Sebagai langkah konkret, lanjut Enggar, nanas dan buah naga yang sudah sekian lama verifikasinya akan segera dipercepat sehingga tidak lama lagi ekspor kedua buah itu bisa segera terealisasikan. Selain itu, jenis buah lainnya seperti mangga, durian, alpukat, rambutan juga masuk dalam daftar yang segera diproses.

Menurut Mendag, saat ini ekspor sarang burung walet Indonesia baru mencapai 70 ton per tahun. Jumlah itu kurang dari setengah kuota yang ditetapkan Tiongkok sebanyak 160 ton per tahun.

Sementara, jika dibandingkan dengan kapasitas produksi yang mencapai 1.600 ton per tahun, ekspor ke negara pengonsumsi sarang burung walet terbesar di dunia itu sangatlah kecil.

Tak hanya minim dari segi jumlah. Dari sisi nilai tambah pun, ekspor sarang burung walet belum banyak diraih Indonesia. Pasalnya, Indonesia baru bisa mengekspor sarang burung walet mentah.

Mendag juga mengajak pemerintah Tiongkok untuk mengatasi penyelundupan sarang burung walet yang selama ini terjadi melalui Malaysia, Vietnam dan Hong Kong.

Dalam kunjungan kali ini, Enggar juga mengajak para importir makanan minuman Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia. Hasil produksinya die kspor kembali ke Tiongkok, negara-negara ASEAN, dan Australia.

Pengamat Indef, Rusli Abdullah, mengatakan, pendekatan perlu dilakukan oleh pemerintah agar berbagai kendala ekspor dapat diatasi.

"Langkah Mendag positif. Tinggal harus bisa menegaskan bahwa Tiongkok tak perlu memberlakukan terlalu banyak persyaratan. Cukup bahwa buah kita tidak mengganggu kesehatan, bukan hasil rekayasa genetika dan berkelanjutan," ujar Rusli.



Sumber: Investor Daily