Tangani Kecelakaan Kerja, BPJSTK Kerja Sama Omni Hospitals Pulomas

Tangani Kecelakaan Kerja, BPJSTK Kerja Sama Omni Hospitals Pulomas
Director Hospital OMNI Hospitals Pulomas Jakarta Hanny Merliana (kanan) dan Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta-Rawamangun Tri Pambudi Santoso menggunting pita saat meresmikan counter pelayanan BPJS Ketenagakerjaan di OMNI Hospitals Pulomas, Jakarta, Rabu (22/5/2019). ( Foto: beritasatu.com / Siprianus Edi Hardum )
Siprianus Edi Hardum / EHD Rabu, 22 Mei 2019 | 00:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) bekerja sama dengan pihak Omni Hospitals Pulomas Jakarta Timur (Jaktim) untuk merawat anggota BPJSTK yang mengalami kecelakaan kerja dan penyakit karena kerja.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dan pengguntingan pita di Rumah Sakit Omni Pulau Mas, Rabu (22/5/2019). Penandatangan MoU dan pengguntingan pita dilakukan Director Hospital Omni Hospitals Pulomas, Hanny Merliana dan Kepala Bidang Pelayanan BPJSTK Cabang Rawamangun, Jakarta Timur, Tri Pambudi Santoso.

Hanny Merliana mengatakan, dengan adanya kerja sama ini maka pihaknya membuka counter khusus untuk melayani anggota BPJSTK yang mengalami kecelakaan kerja dan mengalami penyakit karena kerja.

“Anggota BPJSTK yang mengalami kecelakaan kerja dan penyakit karena kerja silahkan datang ke sini dengan membawa kartu BPJSTK dan KTP. Perssyaratannya cuma itu, langsung kami tangani,” kata dia.

Menurut Hanny, semua anggota BPJSTK yang datang merawat ke rumah sakit itu akan dirawat di ruangan kelas I, di mana setiap hari harus membayar Rp 800.000 untuk membiayai kamar saja. “Obat dan dokter lain lagi,” kata dia.

Pantuan Beritasatu.com, ruangan perawatan kelas satu di rumah sakit itu terdiri dua tempat tidur, dilengkapi AC, lemari serta meja dan kursi masing-masing pasien dan satu kamar mandi dan toilet untuk satu ruangan yang terdiri dari dua pasien itu.

Tri Pambudi Santoso mengatakan, semua anggota BPJSTK yang masuk ke rumah sakit itu atau rumah sakit mana saja yang bekerja sama dengan BPJSTK, akan dirawat sampai sembuh serta seluruh biaya ditanggung BPJSTK. “Itulah gunanya menjadi anggota BPJSTK,” kata dia.

Hanny menambahkan, selama ini pasien anggota BPJSTK sebanyak sekitar lima orang setiap bulan. “Mereka umumnya karena kecelakaan kerja dan penyakit karena kerja,” kata dia.

Menurut Hanny, selain counter pasien anggota BPJSTK di rumah sakit itu juga disediakan counter pasien BPJS Kesehatan.