INDEX

BISNIS-27 450.657 (-3.78)   |   COMPOSITE 5126.33 (-38.44)   |   DBX 964.304 (-2.08)   |   I-GRADE 140.573 (-1.07)   |   IDX30 429.149 (-3.24)   |   IDX80 113.629 (-0.58)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.82)   |   IDXG30 119.586 (-0.94)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.83)   |   IDXQ30 125.935 (-1.5)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.42)   |   IDXV30 106.718 (-0.12)   |   INFOBANK15 842.264 (-7.29)   |   Investor33 375.573 (-2.79)   |   ISSI 150.643 (-0.36)   |   JII 545.954 (0.09)   |   JII70 186.804 (-0.19)   |   KOMPAS100 1025.81 (-7.55)   |   LQ45 790.454 (-5.93)   |   MBX 1419.3 (-11.4)   |   MNC36 282.56 (-3.24)   |   PEFINDO25 281.129 (-2.01)   |   SMInfra18 242.071 (-0.42)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-2.07)   |  

Guru Besar UIN: Paham Khilafah Politik Ada karena Kurang Pemahaman Agama

Kamis, 24 September 2020 | 23:19 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Guru besar bidang psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Achmad Mubarok mengatakan, paham khilafah politik ada, karena kurangnya pemahaman ilmu agama.

Untuk mengatasi hal tersebut, khususnya kepada generasi muda, adalah dengan cara membuka diri terhadap wawasan dengan memperbanyak diskusi terbuka. Selain itu mengikuti seminar-seminar dan menimba ilmu agama dengan benar.

"Nah tentunya dari situ nantinya akan keliatan sendiri karena khilafah versi mereka (kelompok penyebar paham intoleransi dan radikalisme) itu sebenarnya bukan konsep Islam, melainkan konsep khilafah politik," ujarnya di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Karena, menurut pria kelahiran Purwokerto 15 Desember 1945 tersebut, sesungguhnya konsep khilafah yang diusung oleh kelompok-kelompok tersebut bukanlah konsep khilafah yang berasal dari Alquran.

Achmad Mubarok mengatakan, konsep khilafah yang ada di Alquran adalah khilafatullah fil ardh, yang mana ’manusia adalah wakil Allah di muka bumi yang berkewajiban untuk membumikan nilai-nilai kebenaran’.

"Nah itu khilafatullah sesungguhnya, bukan khilafah politik. Dan khilafah politik sebetulnya muncul karena adanya kekecewaan masyarakat terhadap pemerintahan yang ada," tutur mantan anggota MPR ini.

Achmad Mubarok melanjutkan, sebetulnya ideologi khilafah berasal dari kekecewaan politik di Timur Tengah yang kemudian menyebar keluar ke berbagai negara.

Namun, menurutnya, ideologi khilafah itu sendiri sebetulnya adalah utopia yang sulit terjadi, yang mana sesungguhnya juga tidak perlu ditanggapi serius karena tidak mungkin berdiri.

"Itu adalah utopia, mimpi. Mereka yang menyebarkan paham ini pada umumnya adalah orang yang tidak paham agama, atau orang yang tidak memiliki wawasan kebudayaan sehingga tidak bisa membedakan khalifatullah dengan khilafah politik," terang Achmad.

Untuk itu, menurut mantan Ketua Dewan Juri Keluarga Sakinah Nasional ini, masyarakat perlu untuk diajak belajar dan berpikiran terbuka terkait dengan adanya ideologi khilafah tersebut.

Termasuk juga diskusi-diskusi bagi kalangan mahasiswa terkait hal ini juga harus dilakukan terbuka untuk membuka wawasan para mahasiswa tersebut.

"Jadi kalau dibicarakan terbuka justru hal ini tidak akan tumbuh, tetapi kalau dikejar-kejar itu justru akan tumbuh karena mereka merasa dizalimi," ucapnya

Generasi muda khususnya para mahasiswa menurut Achmad Mubarok juga perlu untuk memperbanyak wawasan-wawasan yang bernuansa amaliyah sebagai upaya untuk membentengi diri dari pengaruh ajaran atau paham yang menyesatkan.

"Jika banyak wawasannya dan beramaliyah maka kemudian tidak akan mudah terjerumus kepada pemahaman ruang yang sempit yang dapat mengarah kepada intoleransi dan radikalisme. Ini juga sebagai upaya agar paham-paham tersebut juga tidak tumbuh di lingkungan kampus," katanya.



Sumber:ANTARA

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bisnis Pernikahan di Jatim Mulai Menggeliat Lagi

Gelaran Serba Serbi Manten Expo bertujuan membangkitkan kembali bisnis pernikahan yang sempat lumpuh di Jatim.

NASIONAL | 24 September 2020

Mundur dari KPK, Febri Diansyah Bakal Buat Kantor Advokasi Korban Korupsi

Febri Diansyah membeberkan rencananya setelah mengundurkan diri sebagai Kabiro Humas dan pegawai KPK.

NASIONAL | 24 September 2020

UGM Kembangkan GeNose, Pendeteksi Covid-19 dengan Embusan Napas

Cara kerjanya memanfaatkan teknologi revolusi industri 4.0 yakni artificial intelligence atau kecerdasan buatan untuk melakukan screening.

NASIONAL | 24 September 2020

Tampil Lagi di PBB, Gus Yahya Paparkan Abrahamic Faiths Initiative

Dunia Islam harus berintegrasi secara damai dan harmoni dengan masyarakat dunia seluruhnya.

NASIONAL | 24 September 2020

Skema Dana BOS Tahun Depan Diubah, Komisi X DPR: Maksimalkan Peran Pengawas Sekolah

Huda juga mendorong Kemdikbud menyiapkan sistem yang bisa mengawal penggunaan dana BOS.

NASIONAL | 24 September 2020

Skandal Djoko Tjandra, KPK Olah Berbagai Informasi

KPK memastikan terus memantau perkembangan penanganan skandal terpidana perkara cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra

NASIONAL | 24 September 2020

Pilbup Serang, Tatu-Pandji Dapat Nomor Urut 1

Pada Pilbup Serang, Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa (Tatu-Pandji) mendapatkan nomor urut 1 dan Nasrul Ulum-Eki Baihaki (Nasrul-Eki) nomor urut 2.

NASIONAL | 24 September 2020

Seluruh Korban Banjir Bandang Sukabumi Sudah Ditemukan

Korban terakhir, atas nama Jajo, 25 tahun ditemukan dalam radius 15 kilometer dari lokasi kejadian banjir bandang.

NASIONAL | 24 September 2020

Barcelona Konfirmasi Suarez Pindah ke Atletico Madrid

Perpindahan ke Atletico Madrid mengakhiri enam tahun kebersamaan Suarez bersama Barcelona.

NASIONAL | 24 September 2020

Kasus Jiwasraya, Direktur Maxima Integra Dituntut Penjara Seumur Hidup

Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto dituntut hukuman seumur hidup dan denda Rp 1 miliar dalam kasus korupsi Jiwasraya

NASIONAL | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS