Momentum Puasa, Harkitnas, dan Lebaran untuk Bangkit Lawan Covid-19
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Momentum Puasa, Harkitnas, dan Lebaran untuk Bangkit Lawan Covid-19

Senin, 18 Mei 2020 | 23:23 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKB KH Maman Imanulhaq mengatakan, momentum puasa, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), dan Lebaran untuk meraih kebangkitan melawan Covid-19.

"Ikuti anjuran pemerintah, insyaallah, kita segera akan melewati cobaan ini,” kata Maman Imanulhaq dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Maman mengutarakan, pandemi Covid-19 telah memberi pelajaran penting bagi bangsa Indonesia.

Pertama, untuk menumbuhkan kembali karakter gotong royong dengan solidaritas kebangsaan yang kuat.

Kedua, lanjut Maman, menguatkan pola keberagamaan yang subtansional penuh dengan kasih sayang, toleransi, dan semangat berbagi.

"Kebencian, radikalisme, dan terorisme ternyata bisa kita lawan bersama dengan menyadari bahwa persoalan kemanusiaan kita bukan politik identitas, yang menonjolkan perbedaan, melainkan kemiskinan, kebodohan, dan pandemi Covid-19,” jelas Maman.

Poin selanjutkan, kata dia, mendorong pemerintah untuk melayani masyarakat dengan profesional, berbasis data dan koordinatif.

Ketiga poin itulah dinilai menjadi momen bagi bangsa Indonesia pada bulan Ramadan dan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei.

Pimpinan Pesantren Al-Mizan Jatiwangi Majalengka ini menambahkan, pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat untuk menunda banyak kesenangan, seperti berkumpul dan bepergian.

Semua dianjurkan untuk tetap tinggal di rumah. Hal ini, menurut dia, sesuai dengan hakikat puasa itu sendiri.

“Dalam bahasa Arab, puasa dikenal dengan istilah shaum atau shiyam. Keduanya memiliki makna Al-Imsak, yaitu menahan diri atau menunda kesenangan,” kata Maman.

Hal tersebut, menurut dia, sangat relevan dengan tujuan berpuasa, yaitu menunda kesenangan dan mengkhusyukkan diri di rumah dengan beribadah, bekerja, dan meningkatkan kualitas komunikasi antaranggota keluarga demi terwujudnya ketahanan keluarga.

Terkait dengan penanganan Covid-19, Maman menilai pemerintah telah optimal dalam memerangi pandemi. Namun, dia tetap memberikan catatan penting yang harus diperbaiki pemerintah, yaitu soal validasi data dan koordinasi antarlembaga dan kementerian. Dua kelemahan sangat terlihat saat menghadapi Covid-19.

“Kita butuh kerja keras, kerja sama, dan kerja cerdas. Ini hikmah penting memerangi virus corona birokrasi pemerintah harus bergerak dengan sistematis, profesional, dan sinergis, tidak boleh ada kebijakan yang tumpang-tindih,” katanya.

Ia menilai, sejauh ini masyarakat masih lemah dari sisi komitmen bersama menghadapi Covid-19. Untuk itu, edukasi dan sosialisasi harus terus ditingkatkan.

Selain itu, kata dia, jiwa gotong royong bangsa Indonesia sedang diuji. Oleh karena itu, tidak boleh ada kelompok masyarakat yang egois dengan tidak mematuhi protokol kesehatan.

Demikian pula umat Islam, menurut Maman, masih terbelah dalam menghadapi Covid-19. Yang pasti, suasana Ramadan benar-benar berubah, lebih sunyi dan sedikit mencekam.

“Akan tetapi, ini mengajarkan kita tentang hakikat Ramadan untuk lebih berintrospeksi diri (muhasabah) dan tidak terjebak kepada prilaku keberagaman yang simbolik dan palsu,” katanya menegaskan.

Meski demikian, dia melihat semangat solidaritas umat Islam dan seluruh masyarakat dalam berbagi tetap terlihat. Dengan pandemi ini, pembagian zakat juga lebih subtansional. Diharapkan pembagian zakat tidak ada yang berkerumun dan berdesak-desakan hingga jatuh korban.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Dirjen Vokasi: Mahasiswa Harus Sesuaikan Pilihan Prodi dengan Minat dan Bakat

Selain pemilihan prodi, Wikan juga meminta calon mahasiswa untuk memahami tentang pendidikan vokasi di perguruan tinggi.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Seleksi Masuk Politeknik Negeri Berubah Akibat Pandemi Covid-19

Seleksi diubah dari berbasis ujian tulis menjadi berbasis portofolio.

NASIONAL | 19 Mei 2020

KNPI Beri Bantuan Beras dan Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Beras yang disiapkan sebanyak 23 ton dan akan didistribusikan untuk masyarakat di tiga provinsi yakni DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Pelanggar PSBB di Pekanbaru Dijatuhi Hukuman Denda oleh Pengadilan

Jumlah denda yang dikenakan kepada para pelanggar PSBB di Pekanbaru, Riau bervariasi jumlahnya.

NASIONAL | 20 Mei 2020

BSI Bantu Ventilator dan Rapid Test Kit untuk Warga Banyuwangi

Ketersediaan ventilator dan rapid test kit sangat penting untuk penanganan wabah Covid-19.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Pemerintah Harus Ubah Komunikasi di New Normal Pasca Covid-19

Dalam situasi sulit seperti sekarang, yang perlu dilakukan adalah sinergitas pemerintah dan semua elemen masyarakat untuk membangun kepercayaan publik.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Pembagian Bansos di DIY Berjalan Lambat Karena Validitas

Penyaluran Bansos di DIY terkendala fasilitas.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Mendagri: Jangan Saling Menyalahkan Hadapi Covid-19

Mendagri meminta semua pihak khususnya pemerintah pusat dan daerah bersatu dan saling mendukung dalam menghadapi Covid-19.

NASIONAL | 19 Mei 2020

MK Tolak Permohonan Honorer Dapat Diangkat Jadi ASN

Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams mengatakan UU ASN mengakomodasi hak para tenaga honorer yang saat ini masih ada.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Kepastian Ibadah Haji Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Arab Saudi

Pemerintah memberikan batas waktu sampai 1 Juni soal kepastian ibadah haji 2020.

NASIONAL | 19 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS