INDEX

BISNIS-27 446.998 (3.66)   |   COMPOSITE 5103.41 (22.92)   |   DBX 961.91 (2.39)   |   I-GRADE 139.433 (1.14)   |   IDX30 425.424 (3.73)   |   IDX80 112.732 (0.9)   |   IDXBUMN20 290.237 (3.92)   |   IDXG30 119.067 (0.52)   |   IDXHIDIV20 380.466 (2.42)   |   IDXQ30 124.992 (0.94)   |   IDXSMC-COM 219.453 (0.5)   |   IDXSMC-LIQ 253.905 (3.07)   |   IDXV30 105.587 (1.13)   |   INFOBANK15 830.947 (11.32)   |   Investor33 371.883 (3.69)   |   ISSI 150.117 (0.53)   |   JII 544.402 (1.55)   |   JII70 185.969 (0.84)   |   KOMPAS100 1019.44 (6.38)   |   LQ45 783.452 (7)   |   MBX 1412.54 (6.76)   |   MNC36 280.287 (2.27)   |   PEFINDO25 278.026 (3.1)   |   SMInfra18 241.756 (0.32)   |   SRI-KEHATI 314.153 (3.5)   |  

BPIP: Pancasila dan Agama Saling Mendukung

Selasa, 18 Februari 2020 | 22:04 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Hariyono mengatakan, sejatinya agama dan Pancasila saling mendukung, memiliki korelasi sangat positif dengan posisi masing-masing.

"Agama itu mengatur umat manusia yang tentunya tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di luar Indonesia, sementara Pancasila itu sendiri hanya mengatur manusia, tata negara kita yang ada di Indonesia. Sehingga antara agama dan Pancasila ini saling mendukung, jadi bukan saling meniadakan, tetapi saling menegaskan," kata Hariyono, di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Hariyono mengatakan, selama ini memang masih ada sebagian kelompok atau pun masyarakat Indonesia yang menafsirkan ajaran agama secara sempit, bahkan sering dieskploitasi untuk kepentingan tertentu dalam menghantam nilai-nilai Pancasila.

Hal itu karena agama dipersempit atau dimanipulasi untuk kepentingan kelompoknya. Padahal, kata dia, jika dilihat, Pancasila merangkum dan meramu nilai-nilai agama yang ada di Indonesia.

"Dan agama-agama yang ada di Indonesia rata-rata adalah agama yang penuh dengan kedamaian, yang rahmatan lil alamin, yang bisa hidup saling toleransi di tengah-tengah masyarakat yang beragam," katanya.

Dia menegaskan, Pancasila tidak bertentangan dengan agama, justru agama itu memupuk nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila agar bangsa tetap berada dalam nilai-nilai yang luhur.

Lebih lanjut, menurut dia, ketika sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dipimpin oleh Radjiman Widyodiningrat, pertama kalinya yang diminta adalah dasar negara, yakni Pancasila.

Kemudian, dari situlah lanjutnya, Pancasila disepakati oleh para pendiri bangsa untuk menyatukan semua elemen tanpa melihat agama, suku, etnis, keyakinan, dan adat-istiadatnya.

"Ini semua tidak menegasi atau aktor tertentu, dan tidak mengabaikan agama tertentu apalagi menginginkan hilangnya komunitas-komunitas tertentu,” ucapnya.

Oleh karena itu, menurutnya, sejak awal konsepsi Pancasila tersebut telah dirumuskan mencakup di dimensi Ketuhanan.

"Sehingga ketika beliau (Bung Karno) menyatakan bagaimana kita bertuhan, harapan beliau tentunya tidak hanya manusia saja yang harus bertuhan, tetapi negara pun seyogyanya bertuhan," kata dia.

Hal ini, kata Hariyono, bukan pula negara itu menganut agama, tetapi negara sebagai pelaksana pemerintahan dengan kebijakan negara memperhatikan nilai-nilai Ketuhanan.

"Jadi maksudnya itu, sekali lagi, jangan dilihat bahwa ketika Bung Karno menyatakan tidak hanya rakyat Indonesia yang harus bertuhan, tetapi negara pun itu juga harus bertuhan. Apa konsekuensinya? Bahwa agama bukan musuh Pancasila,” ujar mantan Wakil Rektor I Universitas Negeri Malang itu.

Karena Indonesia bukan negara agama dan menghargai nilai-nilai agama yang ada, maka kata dia, kitab suci pun tidak boleh dipertentangkan dengan konstitusi.

Dia meminta kepada seluruh komponen bangsa agar memperkuat relasi harmoni antara agama dan Pancasila sebagai upaya menolak tegas kelompok yang mempertentangkan keduanya. Hal ini tentu demi menjaga persatuan dan peradaban bangsa agar tidak terpecah belah.

"Sekali lagi saya katakan Pancasila jangan dipertentangkan dengan agama. Namun di sisi lain juga Pancasila jangan diidentikkan dengan agama,” ujarnya.



Sumber:ANTARA

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sebagian Warga Bengkulu Tak Tahu Ada Sensus Penduduk 2020

Soal pelaksanaaan Sensus Penduduk Online juga belum banyak dipahami masyarakat Bengkulu, terutama soal memasukkan data kependudukan.

NASIONAL | 18 Februari 2020

Satgas Awasi Judi Bola Online

Pengawasan judi bola online menjadi salah satu topik pembahasan dalam rapat koordinasi itu.

NASIONAL | 18 Februari 2020

3 WNI di Kapal Pesiar Jepang Positif Korona, 2 Dirawat di RS Chiba

Retno mengaku juga sempat berkomunikasi dengan para WNI yang menjadi kru kapal tersebut via telepon.

NASIONAL | 18 Februari 2020

Mahfud: Dokumen dari Veronica Koman Hal Kecil

“Kalau hal seperti itu hal kecil sajalah. Kan sudah tercatat di polisi. Untuk apa kasih hal-hal seperti itu,” kata Mahfud.

NASIONAL | 18 Februari 2020

Sasar Milenial, BPIP Siapkan Sosialiasi Pancasila Secara Modern

BPIP berencana menggelar sosialisasi Pancasila secara modern kepada generasi milenial.

NASIONAL | 18 Februari 2020

Mendes Usul Skripsi Mahasiswa Diganti Pengabdian di Desa

Mahasiswa bisa mengabdi di desa untuk aplikasi ilmunya dan membantu desa semakin cepat berkembang.

NASIONAL | 18 Februari 2020

UNY Terapkan Bayar Kuliah Pakai OVO di Tokopedia

Hanya dengan sedikit klik lalu bayar menggunakan saldo OVO ataupun metode lain.

NASIONAL | 18 Februari 2020

Kepala BPIP: Agama dan Pancasila Tak Terpisahkan

Yudian menyatakan, agama dan Pancasila justru tidak terpisahkan.

NASIONAL | 18 Februari 2020

Menag: Kisruh Gereja di Karimun Bukan Masalah Intoleransi

Dari hasil tinjauan di lapangan ditemukan bahwa persoalan Gereja Santo Joseph bukanlah terkait masalah intoleransi, melainkan masalah izin mendirikan bangunan.

NASIONAL | 18 Februari 2020

Murid Tidak Boleh Dipaksa Bayar SPP dengan Gopay

Pembayaran SPP menggunakan Gopay juga harus diatur melalui regulasi lebih lanjut sebelum jadi semakin membesar.

NASIONAL | 18 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS