Kontra Radikalisme Perlu Diajarkan Sejak Pendidikan Dasar
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kontra Radikalisme Perlu Diajarkan Sejak Pendidikan Dasar

Rabu, 29 Januari 2020 | 22:15 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Guru besar ilmu filsafat dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, Ignatius Bambang Sugiharto, mengatakan, kontra radikalisme perlu diajarkan sejak pendidikan dasar untuk membentengi diri dari paham-paham radikal dan intoleransi. "Dengan memupuk sikap pluralis dan toleran terhadap yang berbeda," katanya di Jakarta, Rabu (20/1/2020).

Menurut dia, pemerintah dalam jalur yang benar dan sudah ke arah itu. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sudah sering melakukan hal itu baik di lembaga pendidikan seperti kampus-kampus dan juga masyarakat.

"Hanya saja hal seperti itu perlu lebih diintensifkan lagi agar masyarakat ini memiliki daya tahan terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang bisa memecah belah bangsa kita ini," katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga menyatakan, setidaknya terdapat dua penyebab penyebaran intoleransi dan radikalisme di media sosial (medsos).

"Pertama, krisis identitas di mana individu atau kelompok merasa tidak dihargai dalam lingkungan sosialnya kemudian dia mencari pelarian di medsos. Kedua, emosi yang labil, hal ini rentan untuk dipermainkan dan disusupi oleh kelompok tertentu yang memiliki kepentingan," katanya.

Oleh karena itu, ahli filsafat kebudayaan serta paradigma postmodernisme ini menyarankan agar masyarakat selalu bersikap kritis dalam menggunakan medsos. Hal itu guna membentengi diri agar tidak mudah terprovokasi yang bersumber dari satu pihak atau golongan tertentu saja.

Hal ini juga sekaligus sebagai upaya masyarakat itu sendiri untuk membentengi diri agar tidak mudah disusupi paham-paham radikal negatif, dan melakukan perbuatan intoleransi terhadap pihak lain yang berbeda baik dari segi pandangan maupun pilihan keyakinan.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KPK Akui Harun Masiku Sempat Berada di Sekitar PTIK

Ali enggan berkomentar saat dikonfirmasi kemungkinan KPK kembali menyambangi PTIK untuk mencari Harun.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Dukung Pelaku UMKM, Pemprov Jateng Siapkan Coworking Space

Coworking space yang diberi nama Hetero Space, merupakan hasil kerja sama dengan Impala Space.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Staf Khusus Milenial Andi Taufan Diskusi Bersama UMKM Banyuwangi

Kunjungan bisa dijadikan bekal Stafsus Presiden ini untuk mencetak program inovatif guna mendongkrak tumbuh kembang UMKM.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Bintang Beasiswa Jaring 60 Wanita Muda Berprestasi

Bintang Beasiswa merupakan program dukungan untuk wanita muda Indonesia.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Maju Bupati Lombok Tengah, Haji Masrun Paparkan Visi Misi Di DPP PKB

Bakal calon bupati Lombok Tengah paparkan visi dan misi di PKB Jakarta.

NASIONAL | 29 Januari 2020

KPK Peringatkan Pihak-pihak yang Coba Sembunyikan Harun Masiku

Merintangi penyidikan diancam hukuman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 12 tahun.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Presiden Jokowi Resmikan Terowongan Nanjung di Bandung

Pembangunan terowongan Nanjung dimulai sejak November 2017 dengan nilai anggaran APBN sebesar Rp 316,01 miliar.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Cak Imin Klaim Tak Ada Aliran Dana Suap Proyek Kempupera ke Elite PKB

Mantan Politikus PKB Musa Zainuddin mengungkap adanya dugaan aliran duit ke petinggi PKB yang tak pernah terungkap di persidangan.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Kunjungan Turis Tiongkok ke Jatim Justru Meningkat

Selama sepekan terakhir, kunjungan wisman dari Tiongkok justru meningkat 29 persen.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Mahasiswa RI di Tiongkok Minta Segera Dievakuasi

Menurut Fadil, saat ini ada 102 mahasiswa Indonesia yang terisolasi di Wuhan dan berharap segera dievakuasi.

NASIONAL | 29 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS