Pemprov DKI: Tujuan Ganjil Genap Berbeda saat Kondisi Normal dan Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Pemprov DKI: Tujuan Ganjil Genap Berbeda saat Kondisi Normal dan Pandemi Covid-19

Senin, 3 Agustus 2020 | 22:54 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan, tujuan pemberlakuan sistem ganjil genap berbeda, antara sebelum dan saat pandemi Covid-19 ini.

Menurut Syafrin, dalam kondisi normal, sistem ganjil genap bertujuan memindahkan orang dari kendaraan pribadi ke angkutan umum atau publik.

"Namun, saat ini tujuannya bukan itu (memindahkan orang dari angkutan pribadi ke angkutan umum). Tujuannya adalah mengefektifkan kebijakan yang sudah dibuat DKI secara holistik, sejak dari hulu sampai hilir," ujar Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/8/2020).

Syafrin mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah mengatur secara komprehensif berbagai kebijakan untuk mengendalikan Covid-19 dalam Peraturan Gubernur DKI Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.

Salah satu yang diatur dalam Pergub 51 Tahun 2020 tersebut adalah sistem ganjil genap untuk mengendalikan mobilitas warga.

Menurut Syafrin, pemberlakukan sistem ganjil genap agar kebijakan-kebijakan di bagian hulu, seperti pembatasan kapasitas maksimal 50 persen dan sistem pembagian 2 shift berjalan efektif. Ketika kebijakan kapasitas 50 persen dan sistem dua shift tidak efektif, maka sistem ganjil genap diterapkan.

"Dengan kebijakan ini (sistem ganjil genap) maka pola pergerakan (orang) yang tidak penting itu tidak dilakukan, disiplin di rumah," tandas dia.

Syafrin mengakui, kebijakan kapasitas maksimal 50 persen dan pembagian dua shift bagi yang masuk kerja, belum efektif mencegah terjadi kepadatan di perkantoran atau tempat kerja. Selain itu, kata dia, dua kebijakan tersebut juga belum maksimal membatasi pergerakan orang dan mendorong untuk disiplin berada di rumah.

"Ternyata bisa saja orang bekerja dari rumah, tetapi karena tidak ada pembatasan pergerakan, mereka bisa janjian dengan teman. Dia yang seharusnya bekerja dari rumah, keluar dan kongkow-kongkow di tengah pandemi," terang dia.

Dengan adanya kebijakan ganjil genap, lanjut Syafrin, maka pergerakan orang bisa dibatasi. Tujuan akhirnya adalah tidak menciptakan kerumunan dan kepadatan di pusat-pusat kegiatan, sehingga bisa mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Dengan pembatasan ini, misal tanggal genap nomor ganjil otomatis dia tidak bisa gerak. Dia tetap di rumah bekerja dari rumah. Tapi kalau tidak ada pembatasan itu, dia bisa saja ketemuan (teman), padahal dia WFH, di kantor dia bisa menyampaikan tugasnya, tetapi dengan posisi dia bermobilitas," pungkas Syafrin.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ahmad Sahroni Center Kurban 35 Ekor Sapi 3 Hari Berturut-turut

20 ribu paket daging kurban yang dibagikan ke warga diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

Hari Pertama Ganjil Genap, KCI Sebut Pengguna KRL Relatif Stabil

KCI telah mengoperasikan 971 perjalanan per hari.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

50 Kali Curi Sepeda Motor, Bandit Bersenpi Dibekuk Polisi

Polisi turut menyita senjata api rakitan jenis revolver, satu butir peluru, beberapa kunci, dan dua unit sepeda motor pada saat penangkapan.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

Pemkot Bogor Batasi Aktivitas Perkantoran

Pemkot Bogor memberlakukan pembatasan jumlah ASN yang bekerja di kantor atau work from office (WFO), terhitung mulai Selasa besok, 4 Agustus 2020

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

Ombudsman DKI: Sistem Ganjil Genap Bukan Solusi

Pemberlakukan sistem ganjil genap dikhawatirkan bakal memunculkan klaster transmisi Covid-19 ke transportasi publik.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

BPTJ Kurangi Layanan Bus Gratis bagi Pengguna KRL

Bus gratis tetap dipertahankan hingga akhir tahun 2020, namun keberadaannya secara bertahap akan dikurangi.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

Pemkot Tangerang Jamin Pemeriksaan Covid-19 di Faskes di Tangerang Gratis

Liza mengimbau kepada warga yang merasakan keluhan seperti penderita covid-19, untuk segera memeriksakan diri.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

Tangkap 2 Kurir, Polisi Sita 131 Kilogram Sabu di Cipulir

Penyelundupan ratusan kilogram sabu-sabu itu dikirim menggunakan truk yang mengangkut batu bata.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

Polda Metro Ungkap 12 hingga 20 Kasus Narkoba Setiap Harinya

Polda Metro Jaya terus berkomitmen memberantas peredaran narkoba.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

Tawuran di Pademangan Libatkan Anak di Bawah Umur

Sebanyak 8 orang pelaku tawuran di Pademangan itu berujung pembacokan dan menyebabkan satu orang tewas.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS