Cekcok dengan Sopir Ambulans, ASN Dishub Depok Terancam Sanksi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Cekcok dengan Sopir Ambulans, ASN Dishub Depok Terancam Sanksi

Selasa, 14 Juli 2020 | 07:57 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / BW

Depok, Beritasatu.com - Kota Depok dihebohkan dengan maraknya tayangan video di jagat media sosial yang menampilkan seorang pemotor yang menghalangi laju ambulans yang membawa pasien.

Keributan adu mulut terjadi antara pengendara motor dengan sopir dan tenaga medis yang berada di dalam ambulans di Jalan Raya Sawangan, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Sabtu (11/7/2020). Awal mula kejadian, karena si pemotor tersenggol ambulans.

Pemotor tersebut merupakan aparatur sipil negara (ASN) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok bernama Hindra Gunawan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, pihaknya akan memproses peristiwa tersebut. "Kami sudah memahami apa yang terjadi. Mohon bersabar tentang bagaimana proses yang kami jalankan," tutur Dadang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri menuturkan, Hindra Gunawan adalah merupakan ASN Dinas Perhubungan.

"Kami sedang pelajari dan mencari informasi secara menyeluruh," ujar Supian.

Nantinya, jika memang Hindra terbukti bersalah, maka akan diberi sanksi. "Apakah ringan, sedang, atau berat nanti ada tim yang akan merekomendasikan dan diputuskan oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris," papar Supian.

Sopir ambulans RS Mitra Keluarga, Slamet, mengatakan, kejadian tersebut bermula saat dia bersama tenaga medis RS Mitra Keluarga membawa pasien ke rumah sakit. Saat berada di simpang Arco Rawa Denok, Jalan Raya Sawangan, terjadi keributan. Senggolan kedua kendaraan itu terjadi tidak jauh dari Perumahan BDN Kelurahan Rangkapanjaya Baru.

"Senggolan dengan pengendara motor dan akhirnya terjadi keributan," kata Slamet, Senin (13/7/2020).

Slamet menjelaskan, saat kemacetan tersebut, pihaknya berusaha membawa pasien secepat mungkin, untuk ditangani di rumah sakit. Saat ambulans akan mengambil jalur kanan, tidak dapat dilakukan karena ada kendaraan lain. Namun, saat memaksa masuk ke kiri, ambulans bersenggolan dengan motor.

Saat terjadi perselisihan, pengendara motor tersebut ingin diprioritaskan setara dengan ambulans. Seharusnya ambulans menjadi prioritas sesuai peraturan yang telah ditetapkan. Padahal, selama Slamet membawa ambulans, apabila tidak ada pasien, dia akan membawanya tetap sama dengan kendaraan lain saat berada di jalan raya.

"Pengendara motor tersebut tidak mau mengalah dan tidak kasih jalan," ungkap Slamet.

Bahkan, lanjut Slamet, saat ambulans berjalanan di kanan, pemotor mengikuti berada di sebelah kanan, begitu pun sebaliknya. Selain arogansi, pemotor tersebut mengucapkan kata kasar, seperti goblok dan tolol.

Untuk memberikan pemahaman kepada pengendara motor tersebut, pihaknya membuka kabin ambulans dan semua masyarakat melihat bahwa di dalamnya terdapat pasien. Selain itu, pengendara motor mengajak Slamet ke Polres Metro Depok. Mengingat membawa pasien, Slamet terlebih dahulu mengutamakan pasien.

"Kami lebih dahulu mengutamakan pasien yang kami bawa," ujar Slamet.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok Kompol Wadi Sa’bani mengatakan, dia telah memanggil pengendara motor dan supir ambulans.

Pada saat kejadian, memang terjadi cekcok antara Hindra Gunawan dengan Slamet.

"Kejadiannya sekitar pukul 08.40 WIB di Jalan Raya Sawangan, tepatnya di depan pintu Perumahan BDN, diduga kesalahpahaman antara kedua belah pihak," ujar Wadi.

Diungkapkan, kedua belah pihak telah bermusyawarah di lokasi dan melanjutkan perjalanan. Namun Hindra tetap mengikuti ambulans hingga RS Mitra Keluarga Depok karena belum merasa puas. Sehingga, Hindra bersama Slamet ke Polres untuk klarifikasi masalah tersebut.

Wadi menjelaskan, Hindra belum menerima kejadian tersebut. Saat kejadian, katanya, tidak ada kekerasan, tetapi hanya adu mulut mulut antara kedua belah pihak.

Polres Metro Depok berusaha meluruskan dan membantu klarifikasi terkait peristiwa yang viral di media sosial maupun pemberitaan. Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak telah menyadari bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman.

"Hindra dan sopir ambulans menyadari bahwa kejadian tersebut karena salah paham," ujar Wadi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kematian Yodi Prabowo, Polisi Periksa Isi Handphone

Polisi memeriksa telepon genggam almarhum Yodi Prabowo secara forensik untuk mencari jejak digital yang mungkin bisa membantu mengungkap teka-teki kasus itu.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Belajar Tatap Muka 4 Sekolah Bekasi Ditunda Sementara

Empat sekolah yang menjadi percontohan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di Kota Bekasi, pelaksanaannya ditunda sementara waktu.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Covid-19 Meroket di Jakarta, Komisi A: Jangan Biarkan Gubernur Tarik Rem Darurat

Masyarakat kebablasatidak disiplin, dan secara umum cenderung abai terhadap protokol kesehatan yang terus digemborkan pemerintah.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Predator Seks Ratusan Anak Tewas, Polda Metro Periksa Petugas Jaga

Polisi telah memeriksa personel yang bertugas melakukan penjagaan rutan saat predator seks 305 anak Francois Abello Camille berupaya bunuh diri.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Sulit Terapkan Physical Distancing, Anies Diminta Tak Buka Hiburan Malam

Tempat hiburan malam dan gerai pijat rawan akan penyebaran Covid-19, jadi disarankan ditunda dulu pembukaannya di masa transisi ini.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Tous les Jours Berikan Donasi ke Lima Panti Asuhan di Jakarta

Sekitar 1.000 anak telah menerima donasi roti sehat untuk dapat dikonsumsi.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

2 Bulan, 7 Pegawai KPK Terinfeksi Covid-19

Sebanyak tujuh pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Predator Anak WN Perancis Bunuh Diri dengan Seutas Kabel

Kabel yang ditemukan di dalam ruang tahanan disebutkan, tidak akan mungkin bisa digapai oleh tahanan yang memiliki ukuran tubuh normal.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Predator Seks Ratusan Anak Tewas, Dugaan Penjualan Video Porno Terus Diselidiki

Kendati pelaku telah tewas, penyidik tetap melakukan penelusuran mengenai video porno yang diduga dijual ke tempat lain.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Pemkot Bekasi Giatkan Kembali Peran RW Siaga

RW Siaga kembali digiatkan guna menekan lonjakan penularan pandemi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS