Terlalu Kecil, Drainase di Jakarta Akan Diperlebar
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Terlalu Kecil, Drainase di Jakarta Akan Diperlebar

Rabu, 4 Maret 2020 | 21:09 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memperlebar drainase untuk mencegah banjir di Jakarta.


"Nanti ada beberapa tempat, kita lihat masih kecil, ya harus dilebarin kalau menurut kita masih kecil, sudah tidak nampung," ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Juaini di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (4/2/2020).


Juaini mengatakan pihaknya akan menggunakan anggaran normalisasi dalam memperbaiki atau memperlebar drainase di Jakarta. Namun, Juaini tidak memerinci berapa anggaran Pemprov DKI untuk memperlebar drainase.


"Kita lihat ini saja, memang kita ada anggaran normalisasi (untuk memperlebar drainase)," tandas Juaini.


Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sistem drainase di Jakarta dirancang dengan asumsi curah hujan 100 hingga 150 mililiter. Karena itu, kata Anies, jika terjadi curah hujan 100 hingga 150 mililiter, maka drainase bisa berfungsi dengan baik.


"Jadi kami di Jakarta ini. Sistem drainase yang kita bangun, engineering-nya mengasumsikan 100-150 ml. Ketika hujannya 100-150 ml, maka saluran bisa mengalirkan air. Kalau angka segitu dan tidak mengalirkan, berarti mampet," ujar Anies di Kantor BNPB Jakarta, Senin (2/3/2020).


Namun, kata Anies, jika curah hujan lebih dari 150 ml, maka drainase DKI tidak bisa manampung kapasitas air hujan ekstrem. Dampaknya, menurut dia, air hujan tergenang dan mengakibatkan banjir.


"Itu sama seperti kita pegang gelas, gelasnya kapasitasnya 250 ml, dituang 100 ml itu tumpah, berarti yang pegang salah. Dituang 100 ml kok tumpah? Tapi kalau dituang 500 ml dan tumpah, ya memang kapasitasnya tidak sanggup," tutur Anies.


Karena itu, kata Anies, solusi mengatasi banjir Jakarta tidak melulu pendekatan sungai atau membuat tanggul. Pasalnya, persoalan banjir Jakarta bukan hanya di sungai, tetapi di rumah-rumah, di kampung-kampung dan gedung-gedung.


"Melihat pola curah hujan, maka solusinya tak cukup hanya dengan pendekatan terkait sungai-sungai saja. Tidak cukup hanya terkait dengan tanggul laut saja. Karena yang dihadapi ada di rumah-rumah, di kampung-kampung, di gedung-gedung. Karena curah hujannya tinggi dan polanya, tidak lagi berpola," terang Anies.


Anies pun mengusulkan solusi mengatasi banjir Jakarta dengan membuat sumur saluran air atau zero run off. Menurut dia, solusi zero run off tersebut efektif untuk mencegah banjir di Jakarta sebagai akibat curah hujan ekstrem.


Apalagi, kata dia, sudah 92 persen area Jakarta sudah tertutup oleh jalan, gedung, dan rumah.


"Selama ini yang kita lakukan tanpa ada zero run off, dari atap rumah dikirim ke saluran drainase. Ini masih berjalan baik ketika hujannya hanya 50 ml, 70 ml, 100 ml. Ini mampu menampung sampai 100 ml. Namun, ketika hujannya 300 ml langsung dikirim ke sistem drainase kita, dia tidak cukup lagi menampung, di situ terjadi genangan. Jadi, zero run off harus sudah menjadi keharusan," pungkas Anies.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Pasokan Air Palyja di Jakarta Pusat Terganggu

Pasokan air akan kembali normal pada Kamis (5/3/2020).

MEGAPOLITAN | 4 Maret 2020

Pemkot Bekasi: 21 Pasien Suspect Virus Corona Dinyatakan Negatif

Pemkot Bekasi menyatakan, ā€ˇsebanyak 21 pasien suspect virus corona yang berobat di rumah sakit Kota Bekasi, dinyatakan negatif.

MEGAPOLITAN | 4 Maret 2020

Dampak Corona, DKI Hentikan Sementara Izin Kegiatan

Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan instruksi untuk menghentikan sementara layanan perizinan kegiatan.

MEGAPOLITAN | 4 Maret 2020

Dinkes DKI Usulkan Penambahan 2 RS Rujukan

Penambahan RS Rujukan diperlukan untuk menangani kasus virus corona.

MEGAPOLITAN | 4 Maret 2020

DPRD: ERP Akan Tambah PAD DKI Jakarta

Meski putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta belum berkekuatan hukum tetap, Pemprov DKI Jakarta harus patuh terhadap putusan itu.

MEGAPOLITAN | 4 Maret 2020

Wanita Muda Jadi Tersangka Penimbunan Masker

Tersangka bernisial TVH, 19, memborong ratusan boks masker karena tahu harganya akan naik pesat.

MEGAPOLITAN | 4 Maret 2020

Dinkes DKI: 120 Orang Masih Dipantau Terkait Corona

Dinkes DKI menyatakan, sebanyak 120 orang dalam pemantauan dan 26 pasien dalam pengawasan terkait virus corona.

MEGAPOLITAN | 4 Maret 2020

Wali Kota Depok Minta Sekolah Tak Liburkan Siswa

Wali Kota Depok menyatakan, pihaknya sudah melakukan beragam tindakan antisipatif terkait pencegahan virus corona.

MEGAPOLITAN | 4 Maret 2020

Wali Kota Depok: 4 Tetangga Pasien Virus Corona dalam Pemantauan

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan empat orang tetangga dari dua pasien positif virus corona (Covid-19) di Depok berada dalam status pemantauan.

MEGAPOLITAN | 4 Maret 2020

Cegah Virus Corona, Suhu Tubuh Penumpang MRT Diperiksa

Tindakan ini sebagai salah satu langkah preventif PT MRT untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

MEGAPOLITAN | 4 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS