PYC Gelar Lomba Baca Puisi Anak Secara Daring
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

PYC Gelar Lomba Baca Puisi Anak Secara Daring

Selasa, 25 Agustus 2020 | 12:15 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Pembina Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Lis Yusgiantoro, prihatinan karena untuk pertama kali dalam sejarah, seluruh elemen bangsa memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia (RI) dengan cara berbeda.

Tidak seperti peringatan pada tahun-tahun sebelumnya, kali ini banyak hal yang tidak bisa dilakukan secara bersama, yakni mengadakan upacara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI dan perlombaan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI yang dihadiri banyak orang.

“Pandemi Covid-19 telah membuat kita melakukan banyak kegiatan secara daring. Kita tidak lagi dapat mengadakan perlombaan untuk memperingati Kemerdekaan RI pada 17 Agustus secara beramai-ramai,” kata Lis melalui keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (25/8/2020).

Lis yang didaulat menjadi juri pada acara Grand Final Lomba Baca Puisi Anak memperingati HUT ke-75 RI yang diselenggarakan PYC, berharap pandemi Covid-19 dapat secepatnya diatasi sehingga masyarakat, khususnya anak-anak dapat menikmati kehidupan normal dan mengikuti perlombaan dalam rangka Hari Merdeka.

Ia mengatakan, lomba baca puisi anak yang diselenggarakan secara daring terbagi dalam dua kategori usia, yaitu kategori I untuk anak-anak berusia 7-9 tahun dan kategori II untuk anak-anak berusia 10-12 tahun. Kegiatan yang dimulai sejak awal Agustus, diikuti sebanyak 133 anak dari 12 provinsi. Setiap peserta selain diwajibkan mengirim video yang berisi tentang pembacaan puisi, juga wajib mengunggah video itu ke media sosial Facebook dan Instagram.

Peserta yang lolos ke babak grand final diwajibkan membaca puisi di depan dewan juri secara daring. Judul puisi yang harus dibacakan peserta grand final adalah Museum Perjuangan karya Kuntowijoyo untuk kategori I dan kategori II berjudul Cerita Buat Dien Tamaela karya Chairil Anwar.

Lis mengatakan, saat ini yang bisa dilakukan adalah merayakan kemerdekaan di rumah seperti menonton upacara kemerdekaan Indonesia melalui televisi atau mengikuti perlombaan tanpa dihadiri banyak orang.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Purnomo Yusgiantoro Center, Inka B Yusgiantoro mengatakan, lomba baca puisi anak dilaksanakan untuk memotivasi semangat anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, serta perwujudan dalam adaptasi kehidupan new normal.

“Kita sebagai orang tua wajib memotivasi anak-anak tentang makna kemerdekaan. Apalagi saat ini kita sedang menghadapi kesulitan yang sangat berat seiring merebaknya pandemi Covid-19,” kata Inka.

Selain Lis Yusgiantoro, juri lainnya adalah Kak Seto Mulyadi dan Inaya Wahid. Pada kesempatan itu, Inaya Wahid membacakan salah satu puisi yang ditulisnya tentang kemerdekaan di depan para finalis.

Tampil sebagai pemenang pertama untuk kategori I adalah Dzakwaa Suatriko Putra, Pelajar Kelas 4 SD Muhammadiyah 2 Samarinda, Kalimantan Timur. Pemenang kedua Brilliyani Ayu Fadhila Rachman (pelajar kelas 3 SD Tompokersan 03 Lumajang Timur, Jawa Timur), dan pemenang ketiga Putu Kesava Ananda Putra (pelajar kelas 4 SDS Melania III, DKI Jakarta).

Untuk kategori II, tampil sebagai pemenang pertama Monica Verlyn Chistyarini (pelajar kelas 6 SD Santo Yakobus, DKI Jakarta), pemenang kedua Bianca Maura Filia (pelajar Kelas 5 SDN Pedurenan 01, Bekasi, Jawa Barat), dan Ida Ayu Made Kirana Anjani (pelajar kelas 6 SD Negeri 1 Semarapura Kangin, Bali) sebagai pemenang ketiga. Selain pemenang berdasarkan penilaian dewan juri, juga ditetapkan sebagai peserta favorit Khansa Nafisa.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS