Demokrasi Indonesia Masih Dibajak Elit Politik
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Demokrasi Indonesia Masih Dibajak Elit Politik

Sabtu, 29 Oktober 2011 | 16:41 WIB
Oleh : B1

"Omong kosong kalau demokrasi tidak dapat mempercepat terwujudnya keadilan."

KH Masdar Farid Mas'udi, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan, sesungguhnya dengan adanya sila ke-4 dan ke-5 dalam Pancasila, demokrasi Indonesia sudah sangat Islami. Namun sangat disayangkan, menurutnya saat ini syuro bainahum atau demokrasi itu telah dibajak oleh para elit politik, sehingga kehilangan jati dirinya sebagai metode untuk mewujudkan keadilan.

"Saat ini, demokrasi sedang diagung-agungkan. Namun proses demokrasi ini justru membuat rakyat kecewa," kata Kyai Masdar, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (29/10).

Lebih jauh, Masdar melihat bahwa demokrasi yang seharusnya yang menjadi metode untuk mewujudkan keadilan, justru hanya dijadikan sebagai tujuan, sedangkan faktor keadilan justru diabaikan. "Misalnya, demokrasi dituangkan dalam prosedur memilih pemimpin, mengoreksi pemimpin dan sebagainya," sesalnya.

Melihat fenomena tersebut, Masdar mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia perlu diuji, apakah (memang) demokrasi mempercepat terwujudnya keadilan. "Omong kosong kalau demokrasi tidak dapat mempercepat terwujudnya keadilan. Demokrasi akan dikutuk oleh dirinya, jika tidak mewujudkan keadilan atau bahkan mengabaikan keadilan. Demokrasi telah kehilangan jati dirinya sebagai metode untuk mewujudkan keadilan," paparnya.

"Oleh sebab itu, demokrasi harus diuji, apakah dia mempercepat keadilan atau tidak. Kalau tidak, berarti telah terjadi pembajakan atau distorsi terhadap demokrasi," imbuh Kyai Masdar pula.

BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mega dan Anas Kompak Soal Capres: Masih Jauh

Dua ketua umum partai politik besar sama-sama kompak menjawab bahwa belum saatnya masalah pencapresan dibicarakan saat ini.

NASIONAL | 29 Oktober 2011

Bambang Dharmono Ketuai Unit Khusus Masalah Papua

Meski sudah dibentuk, belum dapat dipastikan kapan unit ini akan mulai bekerja.

NASIONAL | 29 Oktober 2011

Kurang Bukti, Adik Bomber Solo Dilepas

Dia ditangkap di Bandung, Jawa Barat, pada 23 Oktober lalu tanpa perlawanan.

NASIONAL | 29 Oktober 2011

Megawati: Perempuan Jangan Ragu Berpolitik

"Saya ingin perempuan Indonesia berpolitik. Di Indonesia, hal itu dibiaskan. Dikatakan untuk apa perempuan berpolitik? Itu salah. Pejuang-pejuang kemerdekaan kita itu banyak perempuan. Ada Cut Meutia, ada Laksamana Malahayati, Kartini,"

NASIONAL | 29 Oktober 2011

Fadel Dirikan Yayasan Pemberdayaan Garam

"Yayasan Pemberdayaan Garam Rakyat bertujuan meningkatkan produksi garam nasional, yang pada gilirannya mengangkat harkat hidup dan kesejahteraan petani garam di seluruh Tanah Air,"

NASIONAL | 29 Oktober 2011

Polri Harus Tolak Dana dari Freeport

"Itu namanya duit nonbudgeter dan menjadi sesuatu yang liar. Pertanggungjawabanya menjadi tak jelas,"

NASIONAL | 29 Oktober 2011

Istana: Penjelasan Setoran Freeport Urusan Polri

Freeport masuk dalam golongan objek vital, sehingga polisi dan perusahaan asal Amerika itu tentu memiliki mekanisme kerjasama tertentu.

NASIONAL | 29 Oktober 2011

90,7 Persen Calhaj Reguler Berada di Arab Saudi

Jumlah tersebut berasal dari 451 kelompok terbang (kloter). Angka terbanyak berasal dari embarkasi SOC (Solo) 84 kloter, embarkasi SUB (Surabaya) 79 kloter, serta embarkasi JKS (Jawa Barat) 77 kloter.

NASIONAL | 29 Oktober 2011

Negara Tanpa Agama Sama Saja Malapetaka

Malapetaka akan timbul bila negara tidak memiliki acuan nilai moral dan etika yang kokoh.

NASIONAL | 29 Oktober 2011

Petugas Kebersihan Kapal Diduga Buang Sampah di Laut

Kecurigaan itu diawali dari hilangnya sampah di atas kapal sebelum memasuki pelabuhan. Padahal, sebelumnya sampah menumpuk di tempat pembuangan.

NASIONAL | 29 Oktober 2011


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS