Hari ini deponeering Bibit–Chandra diteken
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Hari ini deponeering Bibit–Chandra diteken

Senin, 24 Januari 2011 | 06:55 WIB
Oleh : / BeritaSatu

Kejaksaan Agung sempat dituding tidak bersungguh-sungguh menyelesaikan perkara Bibit-Chandra.

Jaksa Agung Basrief Arief hari ini akan meneken surat keputusan deponeering untuk kasus Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, setelah dikeluarkan sejak Oktober silam.
 
Basrief mengatakan sudah menerima draft deponeering dari tim penyusun, namun kata dia masih ada ada kalimat yang perlu disempurnakan.
 
Kejaksaan Agung sempat dituding tidak bersungguh-sungguh menyelesaikan perkara Bibit-Chandra karena keputusan deponeering tidak segera ditandatangani sejak Oktober tahun lalu.
 
Bibit-Chandra dituduh menyalahgunakan wewenang dan melakukan pemerasan kepada Anggodo Widjojo dalam dugaan korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu Departemen Kehutanan yang melibatkan Anggoro Widjojo, Direktur PT Masaro Radiokom, akhir tahun lalu. Mabes Polri kemudian menahan dan melimpahkan berkas perkara dua pimpinan KPK itu ke Kejaksaan Agung karena mengaku punya bukti rekaman pembicaraan Ary Muladi dan Ade Raharja dari KPK yang membicarakan soal suap kepada Bibit-Chandra.
 
Namun karena tekanan publik, Kejaksaan Agung lantas menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Perkara atau SKPP karena alasan sosiologis pada 1 Desember 2009. Surat itulah yang belakangan dipraperadilkan oleh Anggodo ke Pengadilan Jakarta Selatan dan menang. Upaya banding yang diajukan Kejaksaan Agung ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, juga kandas karena majelis hakim menguatkan keputusan PN Jakarta Selatan.
 
Kejaksaan Agung kemudian mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung untuk membatalkan putusan banding Pengadilan Tinggi yang meneruskan SKPP Bibit-Chandra itu. Namun pada 7 Oktober 2010 hakim agung di MA juga menolak permohonan Kejaksaan Agung tersebut.
 
Akhir Oktober tahun lalu, Kejaksaan Agung kemudian menerbitkan deponeering untuk menyelesaikan kasus dua pimpinan KPK, Bibit dan Chandra. Salah satu pertimbangan Kejaksaan Agung, jika perkara Bibit-Chandra dilimpahkan ke pengadilan maka status kedua pimpinan KPK itu menjadi terdakwa. Dengan menjadi terdakwa maka Bibit dan Chandra akan nonaktif sebagai pimpinan KPK.
 
 

Sumber: -


BAGIKAN




TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS