Bank Mandiri Optimistis Stabilitas Ekonomi RI Tetap Terjaga

Bank Mandiri Optimistis Stabilitas Ekonomi RI Tetap Terjaga
Head of Equity Research, Strategy & Consumer Mandiri Sekuritas Adrian Joezer, Departement Head Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Panji Irawan, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, serta Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto sedang berbincang sebelum menyampaikan paparan macro economic outlook Mandiri Group di Jakarta, Senin (9/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Nida Sahara )
Triyan Pangastuti / FER Senin, 9 September 2019 | 17:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Mandiri Tbk optimistis stabilitas ekonomi Indonesia masih tetap terjaga. Hal itu tercermin melalui pertumbuhan ekonomi yang masih tumbuh baik, meski ditengah gejolak ekonomi global dengan ketidakpastian perang dagang Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

Direktur Keuangan Bank Mandiri, Panji Irawan mengatakan, ditengah tantangan tersebut pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif bagus jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Pada kuartal II-2019, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,05 persen, sementara pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 sebesar 5,07 persen. Meski demikian, Panji tak menampik bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I dan II masih dibawah ekspektasi.

"Kita masih harus bersyukur karena pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara emerging markets lainnya," kata Panji mengawali pemaparan economic outlook 2019, di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Menurut Panji, pertumbuhan ekonomi beberapa negara berkembang justru lebih rendah seperti Turki pada kuartal II-2019 mengalami pertumbuhan ekonomi negatif 1,5 persen year on year (yoy). Sementara kuartal I-2019 juga negatif 2,4 persen yoy. Selain itu, Malaysia hanya tumbuh 4,9 persen, Thailand 3,7 persen, Brasil 1,01 persen, dan Rusia 0,9 persen.

"Kami memandang keseimbangan ekonomi internal yaitu inflasi, dan keseimbangan ekonomi eksternal yaitu kurs rupiah masih terjaga. Tingkat harga-harga umum atau inflasi masih terkendali," tutur Panji.

Dari sisi inflasi dan posisi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, menurut Panji, masih terkendali. Laju inflasi bulanan pada Agustus tercatat sebesar 3,49 persen. Angka ini masih dalam rentang target Bank Indonesia (BI) yang sebesar 3,5±1 persen.

Sedangkan untuk kurs rupiah terhadap dolar AS pada kuartal I dan II-2019 juga masih terkendali dengan nilai tukar sekitar Rp 14.200 per dolar AS. Sementara aliran modal asing yang masuk ke pasar obligasi dan pasar saham masing–masing sebesar Rp 116 trilun dan Rp 59 triliun.

"Kami masih optimistis stabilitas ekonomi internal dan eksternal ke depan masih akan terjaga. Kami memperkirakan inflasi 2019 sebesar 3,41 dan kurs rupiah akan berada pada rentang Rp 14.200-14.300," jelas dia.



Sumber: Investor Daily