Maybank Marathon Dipastikan Beri Dampak Ekonomi yang Besar

Maybank Marathon Dipastikan Beri Dampak Ekonomi yang Besar
Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria (kanan) memberi keterangan pers di Taman Bhagawan, Tanjung Benoa, Bali, Sabtu (7/9/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Alexander Madji )
Alexander Madji / AMA Sabtu, 7 September 2019 | 15:31 WIB

Benoa, Beritasatu.com – Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakari mengaku, ajang lomba lari Maybank Marathon yang sudah digelar untuk ke-8 kalinya memberi dampak ekonomi yang luar biasa besar untuk Bali. Jumlah peserta dari tahun ke tahun yang semakin bertambah juga dengan sendirinya memberi efek positif bagi pariwisata Pulau Dewata ini.

Hal itu dikatakan Taswin Zakaria menjawab wartawan di sela-sela acara CSR (Corporate Social Responsibility) Maybank Indonesia di Taman Bhagawan, Tanjung Benoa, Bali, Sabtu (7/9/2019).

Menurutnya, jumlah peserta lari untuk tahun ini saja meningkat sebesar 10% dari tahun lalu. Sebanyak 11.600 pelari sudah berada di Bali untuk mengambil bagian pada Maybank Marathon Bali 2019. Mereka juga tidak datang sendiri, tetapi bersama pasangan. Bahkan ada yang membawa anak. Kalau jumlah 11.600 itu dikali dua saja maka total “wisatawan” pada Maybank Marathon ini mencapai sekitar 24.000.

“Ini bukan angka yang kecil. Dampak lanjutan dari kegiatan ini adalah penerbangan penuh, hotel-hotel dan restoran juga mendapat imbasnya. Sebab mereka butuh penginapan dan pasti belanja makan dan minum selama berada di sini (Bali),” ujarnya.

Pada kesempatan tersepisah, Taswin mengungkapkan bahwa jumlah peserta lari Maybank Marathon ini juga akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Meskipun, hal itu akan terus dievaluasi karena terkait kapasitas rute yang ada.

Sejauh ini, kapasitas rute yang dilewati pada Maybank Bali Marathon selama tiga tahun terakhir hanya cukup untuk 11.000 sampai 12.000 orang pelari. Sementara antusiasme masyarakat untuk ikut berlari di ajang ini juga cukup tinggi. Apalagi, Maybank Bali Marathon 2019 ini mulai dijadikan sebagai ajang kualifikasi untuk PON di Papua.

Dengan makin banyak peserta yang akan mengikuti lomba ini, maka efek domino secara ekonomi juga pasti besar dan sudah pasti menguntungkan masyarakat Bali.



Sumber: Suara Pembaruan