Gandeng Askrindo, Bukopin Harap ATMR Bisa Ditekan

Gandeng Askrindo, Bukopin Harap ATMR Bisa Ditekan
Direktur Operasional Ritel Askrindo, Anton F Siregar, Direktur Utama PT Bina Dana Sejahtera, Dwi Andhayan, Direktur UMKM Bank Bukopin Tbk, Heri Purwanto saat menandatangani perjanjian kerja sama antara Askrindo dan Bank Bukopin, Kamis 25 Juli 2019. ( Foto: dok )
Nida Sahara / WBP Jumat, 26 Juli 2019 | 10:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Bukopin Tbk menggandeng PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) (Askrindo) untuk menjamin kredit ritel atau usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan plafon kredit di bawah Rp 10 miliar. Hal tersebut dinilai dapat menurunkan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) Bank Bukopin sehingga lebih efisien.

Direktur Ritel Bank Bukopin Heri Purwanto menjelaskan, kerja sama ini juga tidak akan menggerus rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perseroan. "Kerja sama untuk ATMR bisa jadi lebih rendah, menjadi 25 persen, biasanya kalau tidak dijamin itu ATMR 75 persen, jika ATMR rendah, modal kami tidak tertekan, karena pemakaian modal tidak begitu boros jadi lebih efisien," papar Heri Purwanto di Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Dia menyebut, dengan adanya penjaminan kredit, maka rasio permodalan perseroan lebih longgar, sehingga diharapkan bisa meningkat di akhir tahun pada kisaran 13-14 persen. Adapun sampai semester pertama 2019, posisi CAR Bank Bukopin di kisaran 12 persen. "Kami harap CAR tidak mepet-mepet, kalau bisa jangan turun lagi," lanjut Heri Purwanto.

Selain itu, kerja sama dengan Askrindo juga terkait pertanggungan Letter Of Credit (LC) atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), asuransi kredit umum produktif dalam rangka optimalisasi aset, dan asuransi kredit konstruksi dan nonkonstruksi (project financing).

“Saat ini Bank Bukopin bekerja sama dengan Askrindo untuk produk Bank Garansi Penjaminan kontra bank garansi dan melalui kerja sama produk bank garansi ini ada potensi bisnis yang dapat dikembangkan melalui produk LC/SKBDN dan project financing,” tambah Heri Purwanto.

Direktur Askrindo Anton Siregar menyebut, kerja sama tersebut menjadi fokus perseroan untuk menjamin kredit perbankan supaya ATMR dan CAR semakin baik. "Dengan CAR dan ATMR baik, ekspansi kredit akan semakin kuat," ungkap Anton Siregar.

Anton Siregar mengatakan, kerja sama dengan Bukopin akan mendorong kinerja perseroan dari sisi pendapatan premi. Dari kemitraan tersebut, Anton menyebut Askrindo akan mendapatkan Rp 50 miliar tahun ini. "Sementara target total premi tahun ini Rp 6,5 triliun tumbuh 30 persen (yoy). Semester satu premi kami sudah Rp 3,6 triliun, jadi sudah lebih dari 50 persen dari target. Asuransi kredit juga menjadi core bisnis kami, ini juga ada penugasan pemerintah untuk jamin KUR (kredit usaha rakyat) Rp 1,8 triliun tahun ini," terang Anton Siregar.



Sumber: Investor Daily