Rawat Tradisi Menulis, PSI Luncurkan Buku “Ekspresi Politik Milenial”
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Rawat Tradisi Menulis, PSI Luncurkan Buku “Ekspresi Politik Milenial”

Rabu, 22 Januari 2020 | 23:13 WIB
Oleh : Yustinus Paat / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meluncurkan buku berjudul “Ekspresi Politik Milenial: Dari Anak-anak Muda untuk Indonesia”. Buku ini merupakan kumpulan tulisan sejumlah orang, termasuk Ketua DPP PSI Tsamara Amany, mengenai kiprah dan gagasan PSI. Sebagian besar penulis bukan merupakan pengurus atau kader PSI.

Dalam sambutannya, Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni mengatakan, walau gagal lolos ke DPR karena tidak memenuhi syarat parliamentary threshold atau ambang batas parlemen di Pemilu 2019, PSI telah berhasil menghadirkan wacana baru dalam isu-isu kepartaian Indonesia.

“Salah satu keunikan PSI, kalau boleh saya klaim, adalah menjadi sumber diskursus baru dalam landscape politik di Indonesia. Hampir setiap minggu kantor DPP PSI ini didatangi mahasiswa, entah itu untuk penelitian pendek, tesis, atau disertasi. Ada yang dari dari Monash University Australia atau kampus di Jepang. Orang penasaran, sampai para peneliti dan akademisi juga tertarik melakukan penelitian mendalam tentang apa yang dilakukan PSI,” kata Toni di Basecamp DPP PSI, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Melalui buku ini juga, Toni menegaskan tujuan PSI bukan semata-mata mengejar kekuasaan politik. Lebih dari itu, PSI berupaya mengawal perjalanan bangsa untuk sampai pada cita-cita bersama.

“Sebagai partai baru, kita (PSI) sudah memberikan jejak baru di mana kita bisa memantik gagasan, diskursus dan perdebatan baru tentang dinamika politik Indonesia yang tidak melulu tentang kekuasaan dan bagi-bagi jabatan. Tetapi ada sebuah diskursus jangka panjang tentang bagaimana kehidupan kita sebagai sebuah bangsa disemai dan dipupuk,” tambah Toni.

Sebagai pembicara, Tsamara Amany mengatakan, buku ini merupakan upaya PSI untuk menghidupkan kembali tradisi menulis yang mulai ditinggalkan. Padahal, para pendiri bangsa Indonesia sering menuangkan ide dan gagasannya dalam bentuk tulisan.

“Menurut saya, ini tradisi yang sangat penting dan baik sekali untuk perpolitikan di Indonesia. Kenapa? Karena tradisi politik Indonesia saat ini sangat jauh dari tradisi menulis belakangan ini. Padahal kalau kita kembali ke masa sebelum kemerdekaan, diskursus politik kita itu dibangun dari tulisan-tulisan yang bernas. Itu masalahnya, kenapa kita dulu bisa menghasilkan politisi dengan kualitas Sutan Sjahrir, Soekarno, Mohammad Hatta, tapi sekarang tidak bisa,” ucap Tsamara.

Kendati demikian, Tsamara menyebut buku setebal 347 halaman tersebut tidak melulu soal apresiasi, melainkan menyertakan tulisan kritis atas gaya politik milenial. Perihal itu, PSI berterima kasih atas kritikan-kritikan yang disampaikan para penulis dalam buku itu.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana, yang turut menyumbangkan tulisan dalam buku tesebut mengungkapkan, dirinya menemukan ruang aspirasi politik anak muda yang luas di PSI. Ia menuturkan, kesempatan untuk menjadi anggota legislatif di usia yang masih sangat muda tidak mungkin ada jika ia bergabung dengan partai lain yang cenderung hirarkis dan tertutup.

“Di PSI, saya melihat tidak ada _entry barrier_ (penghalang) bagi anak muda yang ingin terjun ke politik praktis. Kalau di partai lain, mustahil saya bisa menjadi anggota legislatif seperti sekarang ini. Dulu, saya bukan siapa-siapa dan tidak menjadi pengurus PSI,” kata legislator pembongkar anggaran lem aibon itu.

Apresiasi juga terlontar dari CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, yang menjadi pemantik diskusi. Dia melihat PSI memiliki daya tarik sehingga mampu membangkitkan gairah politik anak muda yang cenderung apatis.

“Saya menemukan ada daya tarik PSI bagi anak-anak muda Indonesia dan politik secara umum. Pertama, PSI mampu membongkar kejumudan politik Indonesia, yang identik dengan orang-orang tua, tidak menarik, dan isinya serius,” pungkas Hasanuddin.

Kedua, daya tarik PSI terletak pada keberhasilannya meraup suara yang cukup tinggi dalam sejarah eksperimen partai politik berbasis anak muda. Dalam sejarah partai politik yang merepresentasikan anak-anak muda, hanya PSI yang mampu meraih suara di atas 1 persen.

Terakhir, kata Hasanuddin, PSI berani membicarakan sesuatu yang tabu, misalnya sikap anti-poligami, sehingga mengundang perhatian politik anak muda.

Acara peluncuran buku dan diskusi ini dimoderatori oleh Jubir DPP PSI, Dedek Prayudi. Peluncuran ditandai penyerahan buku secara simbolis dari Abd Rohim Ghazali sebagai penyunting buku kepada Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni.

“Saya tulisan-tulisan pilih yang agak moderat. Kalau yang menyanjung tanpa sikap kritis, tidak saya masukkan. Saya pilih yang mengulas dengan elegan dan memasukkan kritik," ungkap Rohim dalam sambutannya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Irfan Setiaputra Jadi Direktur Utama Garuda Indonesia

Irfan Setiaputra menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru. Sementara Triawan Munaf menjadi Komisaris Utama.

POLITIK | 22 Januari 2020

DPR Bahas Tiga RUU Omnibus Law

Sebanyak tiga RUU omnibus law dibahas yakni RUU Cipta Lapangan Kerja, Perpajakan, dan Ibu Kota Negara.

POLITIK | 22 Januari 2020

Mendagri Sampaikan Usulan RUU untuk Prolegnas

Hal itu dipaparkan Tito saat rapat Komisi II DPR dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

POLITIK | 22 Januari 2020

Ombudsman Ingin Keputusannya Dijalankan Kementerian

Ombudsman bertemu Menkopolhukam, Mahfud MD, dan memintanya agar kementerian dan lembaga menjalankan putusan dan pertimbangan Ombudsman.

POLITIK | 22 Januari 2020

Jajaran Wantimpres Menghadap Presiden Jokowi

Jajaran Wantimpres menyampaikan kinerja selama sebulan terakhir kepada Presiden Joko Widodo.

POLITIK | 22 Januari 2020

KPU: Anggaran Pilkada Serentak 2020 Sebesar Rp 9,9 Triliun

Anggaran tersebut, kurang dari yang diusulkan oleh KPU sebesar Rp 11,9 triliun.

POLITIK | 22 Januari 2020

DPR Gelar Rapat Paripura Sahkan RUU Omnibus Law

Termasuk dalam RUU baru yang akan dibahas adalah tiga RUU omnibus law, yakni RUU Cipta Lapangan Kerja, RUU Perpajakan, dan RUU tentang Ibu Kota Negara.

POLITIK | 22 Januari 2020

Istri Harun Masiku Akui Tak Bisa Hubungi Suaminya

Hildawati mengatakan, suaminya berada di Jakarta pada 7 Januari 2020, setelah pergi ke Singapura pada 6 Januari.

POLITIK | 21 Januari 2020

Formappi: Politik Uang Tidak Bisa Diberantas dengan Perubahan Sistem Pemilu

Lucius mengatakan kontestasi seperti pemilu selalu berisi kompetisi dan masing-masing pesertanya pasti mempunyai kepentingan untuk bisa menang.

POLITIK | 21 Januari 2020

KPU: Pemangkasan Anggaran Bisa Ganggu Tahapan Pilkada Serentak 2020

Anggaran pilkada yang sudah disepakati dalam NPHD merupakan anggaran yang telah disusun secara rasional.

POLITIK | 20 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS