Sekjen Kemkominfo: Baca Media Arus Utama untuk Persatuan Bangsa
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Sekjen Kemkominfo: Baca Media Arus Utama untuk Persatuan Bangsa

Senin, 20 Januari 2020 | 00:12 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Jika tidak ingin berita palsu semakin marak, masyarakat diimbau untuk membaca media mainstream (arus utama) agar persatuan Indonesia terjaga. Untuk itu, media arus utama perlu meningkatkan kepercayaan masyarakat. Alasannya adalah peran media sangat penting dan sangat strategis, apalagi sekarang ini kepercayaan publik kepada media terus meningkat dibandingkan kepercayaan publik terhadap media sosial (medsos).

Berdasarkan hasil penelitian dari Trust Barometer --sebuah lembaga internasional yang terpercaya-- kepercayaan publik Indonesia terhadap medsos (-)2, sedangkan kepercayaan publik terhadap media mainstream (+)5. Hasil ini merupakan kerja keras para pemimpin redaksi, jurnalis, dan jajaran redaksi media massa yang tidak kenal lelah dan waktu untuk menyajikan berita-berita yang terferivikasi.

Demikian ditegaskan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti kepada ratusan wartawan lintas media yang menghadiri acara Buka Tahun Baru Bersama Ke-15 2020 Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI). Acara bertema “Mewujudkan Persatuan Indonesia dengan Kehendak Baik" itu digelar di gedung Dwi Warna Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Kemkominfo, menurut Niken, mengharapkan sinergi atau kerja sama yang baik antara media atau para jurnalis dengan pemerintah, kementerian, lembaga-lembaga untuk mendapatkan berita dan data-data yang benar. Alasannya adalah media arus utama memiliki fungsi kontrol dengan memberikan klarifikasi atau sebagai pengecek fakta (fact checking) sekaligus pencerahan bagi masyarakat terhadap kebenaran suatu berita.

“Kita telah melewati masa-masa sulit pertarungan antara berita benar vs berita hoaks. Ini terkait dengan kondisi politik di Indonesia. Pada Agustus 2018 hoax yang beredar di Indonesia itu baru sekitar 25 jenis. Setiap bulan bertambah sampai awal 2019 hoax sudah berlipat ganda menjadi sekitar 129," ujarnya.

Dikatakan, pada 2019, mulai Agustus sampai Desember, hoax yang beredar mencapai 4.041. Provokasi dan ujaran kebencian berkembang dengan pesat. "Kita harus bersyukur bahwa Indonesia telah melewati masa-masa yang terberat mungkin dalam 20 tahun terakhir,” kata Niken.

Perubahan mendasar yang terjadi dalam era digital, Niken menjelaskan lebih lanjut, ditandai dengan maraknya media sosial. Semua orang atau masyarakat bisa menjadi “wartawan”, bisa menjadi pemilik media. Meskipun berbeda karakteristik dengan media arus utama, media sosial dapat memengaruhi masyarakat pembacanya dan berdampak pada dunia nyata.

Oleh karena itu, Niken menegaskan, media sosial bukan media arus utama yang berfungsi sebagai alat verifikasi kebenaran suatu berita. Oleh karena itu, jangan heran jika karena tak terverifikasi media sosial bisa memunculkan berita palsu, berita bohong, ujaran kebencian, provokasi, radikalisme, hingga terorisme.

Informasi-informasi itu seolah benar dan kemudian dipercaya oleh masyarakat. Pers berpacu bersama "banjir" bahkan "tsunami" informasi dari media sosial. Di sinilah peran pers sebagai alat cek fakta.

Dalam menghadapi media sosial, peran pers yang sangat penting adalah mencerahkan masyarakat karena berita hoax akan merugikan masyarakat. Sekjen Kemenkominfo ini menilai kerja keras dari media dan wartawan selama ini betul-betul dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia. Melalui berita-berita yang terpercaya, akurat, jelas masyarakat akan lari ke media mainstream daripada ke media sosial.

Dalam kesempatan itu, selaku pejabat pemerintah, Niken tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan wartawan yang tela hdan selalu mengawal kebenaran, mengawal data fakta yang terpercaya untuk memberikan kontribusi terhadap persatuan dan kesatuan.

Hadir dalam Buka Tahun Bersama PWKI itu Wagub Lemhannas Marsdya Wieko Syofyan, Kepala BNN Komjen Heru Winarko, Sekjen Kemkominfo Rosarita Niken Widiastuti, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, Wakabais Mayjen Handy Geniardi, Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono, Mayjen Ilyas Alamsyah dari Universitas Pertahanan, Dirdok Kodiklat TNI Brigjen (Mar) Hasanuddin, dan Kolonel Laut (P) Yoos Suryono Hadi yang mewakili Gubernur AAL Laskda Edi Sucipto, Mayjen Ivan Pelealu dari Lemhannas, Ketua PWKI AM Putut Prabantoro, dan Ketua Panitia Acara Asni Ovier Dengen Paluin.

Juga tampak dalam acara itu Staf Ahli Kemhub Cris Kuntadi, Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR Setyanta Nugraha, Staf Ahli Kemhan Taufik Dwi Cahyono, Staf Ahli Kemsos Sony W Manalu, dan IKAL Lemhannas PPSA XXI, Lina SE, Arriestyanto Nugroho, dr Ratna, serta dari kalangan pengusaha termasuk Ketua Umum Kadin Babel Thomas Jusman, Billyani Tania, Maya Damayanti, para pimpinan media seperti Primus Dorimulu (Berita Satu Media Holdings), Tri Agung Kristanto (Kompas), Maria Yuliana Benyamin (Bisnis Indonesia), Rosmery Sihombing (Media Indonesia), dan Hisar Sihotang (Media Transparancy).

Pada kesempatan itu, PWKI juga memberikan anugerah Terima Kasihku Kepadamu kepada lima tokoh nasional yang dianggap telah membuat Indonesia berwarna dan indah terkait keberagaman budaya, suku, dan agama. Lima tokoh itu adalah pegiat sosial yang juga Staf Khusus Presiden Gracia Billy Yosaphat Mambrasar, sutradara film Joko Anwar, politisi muda Hillary Brigitta Lasut, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dan musisi Didi Kempot.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rekomendasi Pilkada Jangan Dijadikan Barter Dukungan

Mulfachri-Hanafi dianggap mewakili semangat kaderisasi di tubuh PAN.

POLITIK | 19 Januari 2020

Pengamat: Seleksi Terbuka ala PSI Membuat Politik Tidak Lagi Menakutkan

Panelis independen, Djayadi Hanan, menyebut mekanisme konvensi PSI berhasil membuka ruang kontestasi politik yang setara.

POLITIK | 19 Januari 2020

Barisan Relawan Solid Kawal Program Jokowi

Solidnya barisan relawan dinilai penting.

POLITIK | 19 Januari 2020

Demokrat: Mengapa Mesti Takut dengan Pembentukan Pansus Jiwasraya?

Isu gagal bayar Perusahaan Asuransi Jiwasraya (AJS) sampai dengan keinginan pembentukan Pansus Jiwasraya telah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

POLITIK | 19 Januari 2020

Mahfud: Perlu Bersabar Lakukan Perubahan Lewat Demokrasi

Quraish Shihab menyatakan persoalan serius Indonesia saat ini adalah intoleransi. Masalah ini harus terus disuarakan agar bangsa ini tidak terpecah.

POLITIK | 19 Januari 2020

Kasus Wahyu Setiawan, Tim Hukum PDIP Nilai KPU Seharusnya Turuti MA

Menurut PDIP, yang menjadi peserta pemilu adalah partai politik sehingga partai memiliki kedaulatan untuk menentukan suara caleg yang meninggal dunia.

POLITIK | 19 Januari 2020

Mayoritas Fraksi Dukung Usulan Kenaikan Parliamentary Treshold

PDIP beralasan kenaikan ambang batas parleman sebagai upaya menata demokrasi yang lebih baik lagi.

POLITIK | 19 Januari 2020

Politik Uang Sulit Diberantas Meski Sistem Pemilu Berubah

Persoalan utama dari pemilu justru terletak pada partai politik.

POLITIK | 19 Januari 2020

Pendiri PAN Minta Amien Rais Tak Bikin Recok Kongres

Abdillah Toha meminta agar Amien Rais tidak kembali ikut campur dengan urusan sistem demokrasi PAN.

POLITIK | 18 Januari 2020

Ernest Prakasa Berharap Seleksi Terbuka PSI Ditiru Partai-partai Lain

Politik uang mengacaukan atau menjadi parasit yang luar biasa merusak demokrasi.

POLITIK | 18 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS