Konfenrensi Perubahan Iklim Madrid, Komisi IV DPR Tekankan Pentingnya Kearifan Lokal
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Konfenrensi Perubahan Iklim Madrid, Komisi IV DPR Tekankan Pentingnya Kearifan Lokal

Kamis, 12 Desember 2019 | 14:49 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / AO

Madrid, Beritasatu.com - Para pimpinan Komisi IV DPR berbicara tentang isu lingkungan dalam Konferensi Perubahan Iklim di Madrid, Spanyol, Rabu (11/12/2019) dengan tema tentang kekuatan spiritualitas. Komisi IV DPR menekankan pentingnya kearifan lokal dalam mengatasi persoalan perubahan iklim.

Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi menjelaskan, hutan sebagai kekuatan spiritual dalam tata nilai local wisdom atau kearifan kaum tradisi sudah ada sejak lama di Indonesia. Tradisi itu mengajarkan tentang kearifan dalam mengelola lingkungan.

Hal ini yang dimaksud dengan kekuatan spiritualitas dalam konteks lingkungan. Menurut Dedi, perubahan iklim dalam istilah yang dipakai saat ini sebenarnya hadir sejak zaman dahulu. Di Indonesia, perubahan iklim itu adalah pancaroba dalam masyarakat tradisi. Jadi, istilah itu bukan sesuatu yang baru.

"Pancaroba atau perubahan iklim adalah terjadinya lima perubahan waktu dalam kehidupan manusia. Sebuah fenomena ketidakseimbangan alam sebagai akibat dari ketidakseimbangan waktu, musim, atau iklim. Dari itu terjadi kekacuan dalam pancaroba, kekacauan kehidupan," kata Dedi dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Dedi mengibaratkan pancaroba dalam wayang adalah ketika Krisna dan Arjuna dicabut hingga menyebabkan kehancuran akibat peperangan. Keduanya dicabut ketika menghadapi musuh sehingga memunculkan malapetaka. Krisna dan Arjuna dalam dunia pewayangan merupakan faktor penting dalam menjaga keseimbangan.

Cerita itu, lanjut Dedi, menunjukkan bahwa ajaran kesimbangan sudah ada dalam spiritualitas Indonesia. Misalnya, ajaran keseimbangan manusia dengan alam dan manusia dengan manusia, yang di dalamnya adalah bentuk penyerahan diri pada Tuhan.

Menurut Dedi, saat ini dunia, terutama Indonesia, memasuki era modern. Era modern ditandai dengan pengejaran ekonomi sebagai kekuatan mengejar kebahagiaan manusia. Pengejaran kebahagiaan itu melahirkan eksploitasi sumber daya alam.
"Eksploitasi melahirkan perusakan hutan, gunung, dan laut. Kerusakan itu melahirkan ketidakseimbangan," ucap Dedi.

Pada era Orde Baru, lanjut Dedi, mulai dibangun sektor pertanian. Indonesia mengejar pertumbuhan dan produksi. Akibatnya, terjadilah modernisasi pengelolaan lingkungan. Modernisasi dalam pertanian melahirkan pestisida yang merusak lingkungan.

"Lalu, dalam bidang kehutanan terjadi pembabatan hutan untuk menjadi kawasan ekonomi seperti perkebunan dan sejenisnya. Akhirnya, spiritualitas dan tata nilai local wisdom mulai ditinggalkan karena dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip negara modern," ucap Dedi.

Namun sekarang, kata Dedi, ternyata perkembangan dunia, terutama di belahan barat, kembali kepada kearifan lokal, yang dulu dipergunakan di Indonesia. Dia mencontohkan istilah go gree. "Itu bukan istilah baru bagi masyarakat tradisi Indonesia. Sampai hari ini, Indonesia masih melaksanakan prinsip go green, yakni pengelolaan lahan pertanian secara alamiah, seperti pupuk organik dan lain sebagaianya," ujar dia.

Dedi mengatakan, karena tradisionalisme pengelolaan lingkungan sudah ditinggalkan sehingga keseimbangan alam terganggu, maka ia berpendapat perlu dibuat tiga regulasi undang-undang terkait lingkungan.

Pertama, Dedi memandang bahwa hutan adalah sebagai sumber ketahanan nasional, maka perlu dibuat Undang-undang Ketahanan nasional dalam konteks kehutanan. Indonesia sudah tidak perlu lagi membuka hutan untuk kepentingan ekonomi. Hutan kembali menjadi sumber ketahanan nasional.

"Jadi hutan dalam pandagan saya hari ini hanya berfungsi konservasi saja, karena (untuk kepentingan) ekonomi sudah cukup, malah berlebih," kata Dedi.

Kedua, perlu didorong undang-undang perlindungan masyarakat adat. Sebab, masyarakat adat itu adalah polisi kehutanan sejati Indoneia. Merekalah yang menjaga alam indonesia berdasakan kekuatan keyakinannya.

"Karena bagi mereka, hutan dan laut adalah tempat bersemayamnya Tuhan, sehingga terjadi sakralitas. Itu juga sama di masyarakat Amazon dan tempat lainnya," ucap Dedi.

Lalu, ketiga, perlu dibuat undang-undang konservasi ekosistem dan sumber daya hayati.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polri Kerahkan 100.000 Personel Amankan Natal dan Tahun Baru

Polri telah menetapkan beberapa provinsi sebagai prioritas pertama.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Dengan Bodycam, Polisi Akan Lebih Dipercaya Masyarakat

Polda Metro Jaya sudah menyiapkan ratusan unit bodycam untuk dipasang di seragam polisi.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Presiden: Tol Layang Jakarta-Cikampek II Kurangi Kemacetan 30%

Dengan dioperasikannya Tol Layang Japek II, permasalahan kemacetan yang dikeluhkan masyarakat di Jalan Tol Jakarta-Cikampek bisa diatasi.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Menko Polhukam Jamin Natal-Tahun Baru Aman

Menko Polhukam Mahfud MD yakin situasi kamtibmas dalam Natal dan tahun baru 2019 akan berlangsung kondusif.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Ini Prediksi Puncak Kepadatan Natal dan Tahun Baru

Pemudik diminta menghindari hari-hari tersebut agar tidak menambah padat.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Atraksi Pencak Silat Meriahkan Resepsi Diplomatik TNI di Mesir

Hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Mesir sudah lama terjalin sejak Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia.

NASIONAL | 12 Desember 2019

KPK Periksa 6 Pejabat dan Eks Pejabat Garuda Indonesia

Tak hanya pejabat dan mantan pejabat PT Garuda, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa seorang ibu rumah tangga bernama Dessy Fadjriaty.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Dana Parpol Diusulkan Naik, KPK Minta Partai Tak Lagi Minta Uang ke Kader

KPK mengakui rekomendasi peningkatan dana bantuan tak menjamin persoalan korupsi di sektor politik bakal tuntas.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Buka Bazar Amal ke-52, Ibu Negara Apresiasi WIC

WIC yang berdiri pada tahun 1950 merupakan organisasi sosial nirlaba beranggotakan 40% warga negara asing, dan 60% warga negara Indonesia.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Khofifah Akui Pernah Pergi Umrah Bersama Mertua Penyuap Rommy

Roziki merupakan Ketua Timses Khofifah saat bertarung di Pilgub Jatim 2018.

NASIONAL | 12 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS