Erick Thohir Dinilai Memahami Visi Sosial dan Privat dari BUMN
INDEX

BISNIS-27 503.122 (3.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (48.94)   |   DBX 1066.46 (8.36)   |   I-GRADE 166.255 (1.45)   |   IDX30 491.004 (4.37)   |   IDX80 129.735 (1.28)   |   IDXBUMN20 364.991 (3.6)   |   IDXG30 133.352 (1.3)   |   IDXHIDIV20 441.973 (3.86)   |   IDXQ30 143.512 (1.02)   |   IDXSMC-COM 247.38 (1.97)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (3.76)   |   IDXV30 127.096 (1.35)   |   INFOBANK15 976.214 (4.89)   |   Investor33 422.656 (3.17)   |   ISSI 167.54 (1.38)   |   JII 607.336 (6.13)   |   JII70 209.626 (2.1)   |   KOMPAS100 1162.4 (11.77)   |   LQ45 904.834 (8.66)   |   MBX 1587.29 (13.73)   |   MNC36 315.598 (3.09)   |   PEFINDO25 317.232 (0.31)   |   SMInfra18 287.626 (3.09)   |   SRI-KEHATI 361.444 (2.82)   |  

Erick Thohir Dinilai Memahami Visi Sosial dan Privat dari BUMN

Jumat, 2 Oktober 2020 | 12:07 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dinilai mampu memahami visi BUMN sebagai perusahaan privat dan juga perusahaan yang mengemban pelayanan sosial. Erick terlihat ingin ada kejelasan yang fair antara BUMN dan anak perusahaan mana yang melakukan tugas pembangunan dan pelayanan sosial serta BUMN yang berorientasi komersial.

Pandangan itu disampaikan pemerhati ekonomi dan politik, Zulfan Lindan, di Jakarta, Jumat (2/10), menanggapi sejumlah kritikan yang ditujukan kepada Erick Thohir. Dikatakan, selama ini Erick dianggap para pengkritiknya terlalu profit-minded dan menjunjung kepemimpinan ala pengusaha swasta tanpa unggah-ungguh politik.

Oleh pengkritik, Erick dianggap hanya memperhatikan aspek untung-rugi dan kesehatan kapital. Ada kekhawatiran, model seperti itu akan membangkrutkan misi dan dimensi publik dari kehadiran BUMN.

"Namun, kekhawatiran itu bisa dibantah. Visi publik dan privat Erick Thohir dapat terlihat memancar dari kebijakannya yang akan segera memisahkan perusahaan pelat merah tetap sebagai perseroan terbatas (PT) dari perusahaan dan anak perusahaan yang harus mentransformasi diri sebagai perusahaan umum (perum) karena mengemban pelayanan sosial," ujar Zulfan.

Dikatakan, kementerian BUMN di bawah Erick Thohir melakukan evaluasi bahwa saat ini banyak BUMN yang bertugas melayani kepentingan masyarakat dalam bentuk penyediaan barang dan jasa publik, namun masih berstatus PT.

Hal itu terlihat dari keterangan pers Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto, beberapa waktu lalu, yang mengatakan bahwa kementeriannya akan melakukan klasifikasi dan pembagian jenis BUMN yang mengemban tugas pelayanan publik dan yang bersifat komersial. Keinginan itu akan dilanjutkan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) BUMN bersama Komisi VI DPR.

Oleh karena itu, Zulfan menilai, Erick Thohir menginginkan ada kejelasan yang fair antara BUMN dan anak perusahaan mana yang melakukan tugas pembangunan dan pelayanan sosial serta BUMN mana yang berorientasi komersial. Kebijakan ini sangat penting untuk menilai kinerja BUMN secara adil dan proporsional, bukan hanya aspek keuntungan, namun juga memastikan sejumlah BUMN memenuhi mandat publik untuk menyelenggarakan pelayanan serta penyediaan barang dan jasa publik secara merata, optimal dan berkualitas sesuai amanat konstitusi.

Selama ini, hampir seluruh lingkungan di BUMN memiliki mindset bahwa BUMN harus untung dan mengejar keuntungan sesuai mandat Pasal 2 Ayat 1 huruf b Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN. Namun, pada kenyataannya, tidak semua BUMN berorientasi keuntungan belaka. Sebagian BUMN memiliki orientasi pelayanan publik yang lebih tinggi nilainya dari sekadar keuntungan.

"Terobosan kebijakan Erick Thohir terkait pemisahan BUMN dan Perum menunjukkan pemahaman yang lebih jelas soal dimensi publik dan privat dari BUMN," ujar Zulfan.

Dikatakan pula, seperti insting pengusaha pada umumnya, yang terbiasa dengan unsur kehati-hatian dan informasi yang akurat, Erick Thohir memulai langkahnya sebagai menteri BUMN bukan dengan segera membagi-bagikan posisi jabatan, Dia justru mengevaluasi dua hal penting di 142 total perusahaan pelat merah Indonesia. Dua hal itu adalah aspek kinerja BUMN, termasuk performa jajaran pengurus dan struktur, serta core business BUMN.

Jika menteri BUMN sebelumnya sangat antusias berbicara pembentukan holding, menurut Zulfan, gaya Erick berbeda. Erick memulai dengan kebijakan pengevaluasian perusahaan pelat merah sebelum mengembangkan holding dan merestrukturisasi anak perusahaan BUMN.

"Kini, dari 142 perusahaan BUMN, hanya tersisa 107 perusahaan yang keberadaannya pun masih akan terus dievaluasi sehingga jumlahnya menyusut ke angka 80 hingga 70 perusahaan saja. Ada 35 BUMN telah mengalami perampingan dan efisiensi oleh kementerian Erick Thohir bekerja sama dengan menteri keuangan," tuturnya.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga pernah mengatakan, sejauh ini BUMN yang akan dipertahankan dan dikembangkan ada 41 BUMN. Ada 34 BUMN dikonsolidasikan atau digabungkan (merger). Sementara, BUMN yang akan dimasukkan ke PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) ada 19 dan yang dilikuidasi melalui PPA sebanyak 14 perusahaan. PPA berperan karena kementerian BUMN tak memiliki wewenang langsung untuk membubarkan perusahaan BUMN.

Erick juga melakukan evaluasi dan restrukturisasi melalui Tim Percepatan Restrukturisasi BUMN yang dibentuk melalui Keppres Nomor 40 Tahun 2020. Tim itu, ujar Zulfan, membantu Erick untuk mengevaluasi lebih matang dan mempercepat keleluasaan untuk menggabungkan dan melikuidasi aset perusahaan.

Menurut hasil evaluasi Erick Thohir di kementerian BUMN hanya ada 10% perusahaan BUMN yang mampu bertahan. Perusahaan itu bergerak di teknologi komunikasi, rumah sakit, farmasi, perkebunan, dan bahan pangan. Sementara, sebanyak 90% BUMN lain akan terkoreksi secara operasional dan dipaksa melakukan efisiensi anggaran, terutama mempertimbangkan dampak dari pandemi Covid-19 kepada BUMN.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Siang Ini, Rupiah Berbalik Melemah ke Rp 14.850

Kurs rupiah berada di level Rp 14.850 per dolar AS atau terdepresiasi 30 poin (0,2 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.820.

EKONOMI | 2 Oktober 2020

Sesi I, IHSG Terkoreksi 0,7%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,73 persen ke kisaran 4.933,7 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (2/10/2020).

EKONOMI | 2 Oktober 2020

Industri Batik Go Digital demi Bertahan dari Pandemi

Pada bulan April, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyatakan terjadi pengurangan 2,1 juta pekerja di industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

EKONOMI | 2 Oktober 2020

Ekspor Batik Meningkat di Tengah Pandemi

Ekspor batik meningkat 19,7 persen di tengah pandemi Covid-19 menjadi 21,54 juta dolar AS pada periode Januari-Juli 2020.

EKONOMI | 2 Oktober 2020

Menperin Puji Industri Batik yang Berinovasi di Tengah Pandemi

Di tengah pandemi, IKM batik membuat produk sesuai preferesi pasar dan diversifikasi produk.

EKONOMI | 2 Oktober 2020

Rupiah Menguat 20 Poin ke Rp 14.800 Pagi Ini

Kurs rupiah berada di level Rp 14.800 per dolar AS atau terapresiasi 20 poin (0,13 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.820.

EKONOMI | 2 Oktober 2020

IHSG Dibuka Melemah 0,2%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,22 persen ke kisaran 4.959,4 pada awal perdagangan hari ini, Jumat (2/10/2020).

EKONOMI | 2 Oktober 2020

IHSG Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham Valbury Sekuritas

Valbury Sekuritas Indonesia merekomendasikan TLKM, BBCA, BBRI, ASII, GGRM, LSIP.

EKONOMI | 2 Oktober 2020

IAGI Dorong Discovery Migas, Panas Bumi, dan Minerba

Indonesia memiliki sumber daya kebumian yang harus dikelola dengan baik.

EKONOMI | 2 Oktober 2020

Mayoritas Bursa Asia Libur, Nikkei Menguat

Nikkei 225 Tokyo naik 0,72 persen di awal perdagangan, setelah ditutup karena gangguan teknis pada perdagangan Kamis (1/10/2020).

EKONOMI | 2 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS