1 ABK WNI Ditemukan Meninggal di Kapal Tiongkok

1 ABK WNI Ditemukan Meninggal di Kapal Tiongkok
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menyampaikan kasus meninggalnya satu ABK WNI di kapal Tiongkok, Jumat (10/7/2020). (Foto: Kemlu RI)
Natasia Christy Wahyuni / WBP Jumat, 10 Juli 2020 | 20:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan otoritas Indonesia sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan tindak kekerasan kepada anak buah kapal warga negara Indonesia (ABK WNI) yang bekerja di dua kapal berbendera Tiongkok yaitu Lu Huang Yuan Yu 117 dan Lu Huang Yuan Yu 118. Pada salah satu kapal, yaitu Lu Huang Yuan Yu 118, aparat telah menemukan satu jenazah ABK WNI yang saat ini telah disemayamkan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Batam, Kepulauan Riau.

Retno menjelaskan Badan Keamanan Laut (Bakamla) menerima pengaduan masyarakat pada 6 dan 7 Juli 2020 mengenai dugaan tindak kekerasan kepada awak kapal WNI yang bekerja di dua kapal Tiongkok tersebut. “Berdasarkan pengaduan itu, pada 8 Juli 2020, Bakamla bersama Polri dan TNI Angkatan Laut (AL) melakukan pencegatan terhadap dua kapal tersebut di perairan teritorial Indonesia. Selanjutnya, dua kapal tersebut dibawa menuju pangkalan TNI di Batam,” kata Retno kepada wartawan secara virtual, Jumat (10/7/2020).

Baca juga: Kasus Dugaan TPPO ABK WNI, Bareskrim Polri Tetapkan 3 Tersangka

Retno mengatakan terdapat dua temuan dari pemeriksaan awal oleh aparat Indonesia. Pertama, ditemukan satu ABK WNI yang meninggal dunia di kapal Lu Huang Yuan Yu 118. Kedua, adanya dugaan tindak kekerasan di kapal Lu Huang Yuan Yu 117 dan kemungkinan terjadinya eksploitasi atas ABK WNI di kedua kapal tersebut. “Sekarang sedang dalam proses (penyelidikan), kita akan update secara periodik,” ujar Retno.

Sebelumnya, empat ABK WNI juga dilaporkan meninggal karena dugaan eksploitasi saat bekerja di kapal Tiongkok. Kasus sebelumnya itu melibatkan empat kapal ikan Tiongkok yaitu Long Xin 629, Long Xin 605, Long Xin 606, dan Tian Yu 8.

Dalam kasus itu, empat ABK WNI dilaporkan meninggal dunia dengan tiga diantaranya meninggal saat dalam pelayaran di Samudera Pasifik dan jenazahnya telah dilarung ke laut pada Desember 2019 dan Maret 2020. Sedangkan, satu ABK WNI berinisial EP jatuh sakit dan meninggal di Busan, Korea Selatan, karena pneumonia.



Sumber: BeritaSatu.com