Bulan Ini, India Gelar Uji Coba Vaksin pada Manusia

Bulan Ini,  India Gelar Uji Coba Vaksin pada Manusia
Seorang peneliti bekerja di laboratorium milik Sinovac Biotech di Beijing, 29 April 2020. Sinovac adalah satu dari empat lembaga yang dipercaya pemerintah Tiongkok untuk menggarap vaksin Covid-19. (Foto: AFP)
Natasia Christy Wahyuni / JAI Rabu, 1 Juli 2020 | 15:47 WIB

New Delhi, Beritasatu.com - India siap melakukan uji coba vaksin kepada manusia pada bulan Juli ini. Para sukarelawan di India akan diimunisasi dengan vaksin virus corona (Covid-19) buatan lokal sebagai bagian dari uji coba oleh perusahaan berbasis di Hyderabad, Bharat Biotech.

Uji coba pada binantang menunjukkan vaksin aman dan memicu respons imun yang efektif. Sejauh ini sudah sekitar 120 program vaksin yang dikembangkan di seluruh dunia, termasuk oleh lebih dari selusin perusahaan India. Vaksin buatan India pertama ini dikembangkan dari jenis virus yang diisolasi secara lokal dan dilemahkan di bawah kondisi laboratorium.

Otoritas pengawas obat-obatan India telah mengizinkan Bharat Biotech untuk menggelar uji klinis Fase 1 dan 2 kepada manusia setelah perusahaan itu menyerahkan hasil dari studi praklinis yang memperlihatkan keamanan dan respons imun. Dua uji coba dirancang untuk mengetes keamanan pasien, dibandingkan efektivitasnya.

Jenis virus yang didapatkan secara lokal berperan penting dalam pengembangan vaksin yang cepat. “Perbedaan dengan strain yang ada secara global adalah sesuatu yang masih diteliti,” kata juru bicara Bharat Biotech, seperti dikutip BBC, Selasa (30/6/2020).

Vaksin dari India disebut Covaxin dan telah dikembangkan secara lokal berkolaborasi dengan Institut Virologi Nasional India dan Dewan Riset Medis India, berdasarkan pendiri Bharat Biotech, Dr Krishna Ella. Perusahaan, yang telah menyalurkan lebih dari 4 juta dosis vaksin ke seluruh dunia, diantaranya mengembangkan vaksin H1N1 dan rotavirus.

Selain Bharat Biotech, perusahaan farmasi India, Zydus Cadilla, juga mengerjakan dua vaksin, sedangkan Biological E, Indian Immunologicals, dan Mynvax masing-masing mengembangkan satu vaksin. Empat atau lima lagi vaksin buatan dalam negeri India masih dalam tahap awal pengembangan.

Institut Serum India yang berbasis di Pune, sebagai produsen vaksin terbesar di dunia terhitung dari dosis yang diproduksi dan dijual secara global, juga bermitra untuk melakukan produksi massal vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dengan dukungan pemerintah Inggris.

India selama ini telah dikenal sebagai salah satu produsen terbesar dari obat generik dan vaksin di dunia. Negara itu telah membuat vaksin untuk polio, meningitis, pneumonia, rotavirus, BCG, campak, gondok, dan rubella. Banyak pakar memprediksi vaksin Covid-19 baru akan tersedia pada pertengahan 2021, sekitar 12-18 bulan setelah kemunculan pertam Covid-19.

 



Sumber: Suara Pembaruan