Positif Virus Corona, Pejabat Dewan Penasehat Iran Meninggal Dunia

Positif Virus Corona, Pejabat Dewan Penasehat Iran Meninggal Dunia
Mohammad Mirmohammadi (Foto: istimewa)
Iman Rahman Cahyadi / CAH Senin, 2 Maret 2020 | 20:17 WIB

Teheran, Beritasatucom - Seorang anggota dewan penasehat Iran meninggal dunia pada hari Senin (2/3/2020) setelah didiagnosis positif virus corona. Mohammad Mirmohammadi menjadi pejabat tinggi pertama di Teheran yang meninggal karena penyakit virus corona.

Kantor berita resmi Iran, Irna melaporkan pejabat berusia 71 tahun itu meninggal di Rumah Sakit Teheran.

Teheran meningkatkan jumlah kasus virus corona menjadi 1.501 dan 66 penderita meninggal dunia. Kematian Mirmohammadi terjadi setelah jumlah orang di seluruh dunia yang telah meninggal akibat virus corona mencapai lebih dari 3.000 pada Minggu malam.

Baca Juga: Presiden Xi Jinping Desak Vaksin Virus Corona Segera Dikembangkan

Pejabat Iran lainnya yang telah didiagnosis dengan virus corona, termasuk Wakil Presiden Masoumeh Ebtekar. Dia adalah wanita pejabat tertinggi di pemerintahan yang positif virus corona. Ebtekar biasanya duduk beberapa kursi dari Presiden Hassan Rouhani selama pertemuan kabinet.

 

Selain Ebtekar, wakil menteri kesehatan, Iraj Harirchi, juga dinyatakan positif virus corona pada minggu lalu. Sehari sebelum dinyatakan positif, Iraj terlihat di televisi negara mengalami batuk dan berkeringat.

"Saya telah mengisolasi diri saya di suatu tempat sejak itu. Beberapa menit yang lalu, saya diberitahu bahwa tes saya sudah final, dan sekarang saya sedang memulai pengobatan," kata Harirchi dalam sebuah video.

Iran memiliki jumlah kasus virus corona terbanyak di luar Tiongkok tempat penyakit ini pertama kali dilaporkan.

Baca Juga: Iran Negara di Luar RRT dengan Korban Tewas Terbanyak akibat Corona

Selain Harirchi dan Ebtekar, politisi lain yang terinfeksi termasuk Mojtaba Zolnour (anggota Parlemen dari Qom, dan kepala keamanan nasional dan Mahmoud Sadeghi (komite kebijakan luar negeri).

Lalu Morteza Rahmanzadeh (wali kota distrik Teheran), Mohamad Reza Ghadir (kepala manajemen coronavirus di Qom dan direktur universitas medis kota), dan Hadi Khosroshahi, seorang ulama terkemuka dan mantan duta besar untuk Vatikan.

Sekolah dan universitas telah ditutup di seluruh negeri dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus tetapi beberapa tempat suci Syiah tetap terbuka meskipun ada permintaan agar ditutup. Kota-kota suci Mashhad dan Qom khususnya, yang merupakan rumah bagi tempat-tempat suci, telah dilanda virus itu.

 



Sumber: The National