Kemampuan Pencegahan Epidemi Taiwan Capai Standar Dunia

Kemampuan Pencegahan Epidemi Taiwan Capai Standar Dunia
Pasien Covid-19 menjalani perawatan. ( Foto: AFP )
Asni Ovier / AO Selasa, 25 Februari 2020 | 17:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Meski bukan bagian dari Tiongkok, secara geografis Taiwan berisiko terhadap wabah virus korona jenis baru (Covid-19) yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Sejauh ini, sudah 31 orang terjangkit virus korona di Taiwan.

“Namun, karena Taiwan memiliki sistem perawatan kesehatan global yang terkemuka, tindakan pencegahan epidemi yang bijaksana dari pemerintah, serta kemampuan pencegahan epidemi yang telah mencapai standar kelas dunia, sehingga secara efektif dapat mencegah penyebaran wabah ini,” demikian tulis siaran pers Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (TETO) di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Disebutkan, jumlah kasus yang dikonfirmasi relatif lebih kecil daripada negara tetangga lainnya, terutama Tiongkok. Warga menikmati sistem medis dan kesehatan Taiwan yang sangat baik, termasuk sekitar 300.000 orang Indonesia yang bekerja, menetap, dan belajar di Taiwan, serta banyak warga internasional lainnya. Mereka ikut merasakan perlakuan keamanan medis yang sama dengan warga Taiwan.

Dalam hal langkah-langkah pencegahan epidemi, ujar TETO, Taiwan telah membentuk sistem pencegahan epidemi nasional yang lengkap. Sistem itu, antara lain pemantauan epidemi elektronik, karantina perbatasan yang ketat, sistem lengkap pencegahan epidemi komunitas, peralatan medis canggih, persiapan bahan antiepidemi yang memadai, kampanye pencegahan epidemi singkat, dan latihan pencegahan epidemi tahunan. Pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat dapat bekerja sama untuk mencegah epidemi.

“Selain itu, Taiwan yang telah mengalami epidemi kolera, malaria, cacar dan TBC dalam 60 tahun terakhir, secara bertahap membentuk mekanisme pencegahan epidemi yang lengkap dan mengumpulkan pengalaman yang banyak dalam pencegahan epidemi. Setelah menangani wabah SARS pada 2003, setiap aspek pekerjaan pencegahan epidemi Taiwan telah ditingkatkan,” kata TETO.

Taiwan adalah negara dengan wabah penyakit menular yang relatif sedikit, karena telah menetapkan pengawasan kesehatan dan kontrol penumpang yang masuk dan keluar serta sistem lengkap pengawasan epidemi domestik untuk mencegah invasi penyakit menular. Ketika virus korona terjadi sekitar akhir Desember 2019, Taiwan dengan cepat mengadakan pertemuan para ahli dan mengambil langkah-langkah untuk memblokir masuknya virus dari luar negeri pada awal Januari ini.

Awalnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai bahwa Taiwan dan Thailand adalah dua negara paling berisiko selain Tiongkok. Namun, ternyata jumlah kasus lokal di Taiwan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan banyak negara maju. Taiwan telah mencapai hasil luar biasa dalam pencegahan epidemi.

Menurut informasi dari situs web basis data global Numbeo, Indeks Perawatan Kesehatan 2020 memberi peringkat pertama kepada Taiwan dengan 86,71 poin, sementara Korea Selatan dan Jepang masing-masing menempati urutan kedua dan ketiga. Taiwan juga menduduki peringkat nomor satu di dunia tahun lalu, sehingga dapat dilihat bahwa standar medis Taiwan telah lama diakui secara internasional.

Sistem medis Taiwan yang lengkap dan maju telah lama dikenal oleh masyarakat internasional. Bahkan, dari pembelian masker secara berkelanjutan menunjukkan niat baik pemerintah Taiwan untuk menyediakan masker bagi orang-orang di Taiwan.

Pemerintah Taiwan secara serentak menggelar penjualan masker nasional dan meluncurkan pembelian dengan sistem nama asli pada 6 Februari lalu. Semua orang dapat pergi ke apotek dan pusat kesehatan dengan kartu asuransi kesehatan untuk membeli masker sesuai jatah pembagian yang telah ditentukan.

Dengan sistem ini, setiap orang tidak perlu khawatir tidak bisa membeli masker dan harga tidak akan naik sewenang-wenang, seperti yang terjadi di negara lainnya. Bahkan 300.000 orang Indonesia dan orang asing lainnya di Taiwan dapat menikmati hak yang sama untuk membeli masker, seperti penduduk asli, dengan kartu izin tinggal atau kartu asuransi kesehatan.

“Taiwan bukan bagian dari Tiongkok dan bukan bagian dari wilayah epidemi Tiongkok. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia, karena telah membedakan dengan jelas antara Taiwan dan Tiongkok dalam menghadapi kasus epidemi ini. Kami mendesak semua negara di dunia untuk tidak menerima informasi yang salah dari WHO yang memasukkan Taiwan dalam wilayah epidemi Tiongkok,” ujar TETO.



Sumber: BeritaSatu.com