75 WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess Masih Dikarantina

75 WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess Masih Dikarantina
Seorang pengendara sepeda melintas dengan latar belakang kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina karena penumpangnya terpapar virus korona atau Covid-19 di Yokohama, Jepang, 19 Februari 2020. ( Foto: AFP )
Dina Manafe / JAS Rabu, 19 Februari 2020 | 14:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) melaporkan kondisi terbaru warga negara Indonesia (WNI) yang berada dalam kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang. Dari 78 WNI di kapal itu, tiga di antaranya terkonfirmasi positif virus korona atau Covid-19 dan sedang dalam perawatan di rumah sakit di Jepang oleh otoritas negara itu. Sedangkan sisanya 75 WNI masih dalam masa karantina atau observasi kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemkes, Achmad Yurianto. Menurutnya total penumpang kapal Diamond Princess kira-kira 3.000 lebih orang. Sebanyak 244 di antaranya dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19, tiga di antara mereka adalah WNI. Sedangkan sisa 75 WNI lainnya masih dalam masa karantina bersama penumpang lain.

“Ada satu lagi dari 75 WNI kita yang kabarnya juga konfirmasi positif. Tapi ini baru kabarnya, belum pasti,” kata Yurianto di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Yurianto mengatakan, masa karantina di negara Jepang berbeda dengan yang dilakukan Indonesia. Terutama dalam hal mempublikasikan tempat karantina. Beda dengan Indonesia yang secara terbuka menyebutkan nama tempat karantina terhadap 237 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok, yaitu di Natuna, Kepulauan Riau. Sementara Jepang hanya menyebutkan penumpang kapal tersebut dikarantina di suatu tempat.

Yurianto mengatakan, pemerintah Indonesia tidak akan memaksa otoritas Jepang untuk melakukan karantina hingga 14 hari seperti yang dilakukan Indonesia. Berdasarkan data global dan dijadikan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebenarnya masa inkubasi Covid-19 adalah 1 sampai 10,5 hari. Secara statistik rata-rata adalah 5-6 hari.

Oleh WHO ditetapkan menjadi 14 hari masa inkubasi Covid. Artinya sejak virus ini masuk ke tubuh seseorang sampai dia menimbulkan gejala sakit adalah 1 sampai 14 hari.

Namun beberapa riset terakhir yang dilakukan para ahli di Tiongkok menunjukkan bahwa masa observasi kesehatan sampai dengan seorang benar-benar dinyatakan aman dari penularan Covid-19 adalah 1-24 hari. Tetapi ini hanya untuk di daerah yang terdampak langsung, seperti Wuhan dan beberapa kota lain di Provinsi Hubei. Hasil riset ini belum jadi pedoman global, hanya untuk kepentingan internal Tiongkok untuk menangani penyebaran virus ini.

“Kalau yang kita lakukan adalah 14 hari masa observasi kesehatan. Dilanjutkan pada hari berikutnya sampai 14 hari kita lakukan surveilens aktif atau surveilens tracking yang dilakukan pemerintah daerah,” kata Yurianto.

Surveilens aktif adalah kegiatan pemantauan dan penelusuran bukan hanya terhadap pasien suspect, tetapi juga mereka yang punya kontak dekat dengannya, seperti keluarga. Kegiatan ini sudah dilakukan secara aktif oleh seluruh dinas kesehatan dan dilaporkan ke Kemkes. 



Sumber: BeritaSatu.com