WHO Sebut Tidak Ada Indikasi Wabah Virus Korona di Korut

WHO Sebut Tidak Ada Indikasi Wabah Virus Korona di Korut
Seorang akan laki-laki menutupi kepalanya dengan kardus di stasiun kereta Shanghai, Tiongkok, Kamis, 13 Februari 2020, di tengah-tengah wabah virus korona jenis baru (Covid-19). ( Foto: AFP / Noel Celis )
/ CAH Rabu, 19 Februari 2020 | 11:42 WIB

Seoul, Beritasatu.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut tidak ada petunjuk bahwa ada kasus virus korona baru di Korea Utara (korut). Sebelumnya muncul laporan-laporan dari media Korea Selatan yang mengisyaratkan wabah itu telah menyebar ke negara yang terisolasi itu.

"Saat ini tak ada tanda-tanda, tak ada indikasi kita sedang menangani Covid-19 di sana," kata Dr. Mike Ryan, kepala program gawat darurat WHO, kepada wartawan di Jenewa Selasa (18/2/2020).

Ryan mengatakan, pejabat WHO tak punya alasan untuk percaya bahwa ada isu khusus yang terjadi di Korea Utara, dan akan memberikan otoritas di Korut perlengkapan laboratorium untuk menjalankan uji diagnostik.

Beberapa media Korsel melaporkan berbagai kasus dan kemungkinan korban tewas akibat korona di Korut namun tak ada verifikasi independen.

Kim Jong Un Muncul Lagi di Tengah Wabah Virus Korona

Pada Selasa (18/2/2020), Rodong Sinmun, koran resmi partai penguasa Korut, mengutip pejabat kesehatan masyarakat yang menyatakan negeri itu tak memiliki kasus korona baru yang terkonfirmasi sampai saat ini.

Pakar mengatakan, korona yang menewaskan lebih dari 2000 orang di Tiongkok itu dapat menghancurkan bagi sistem kesehatan yang kekurangan sumber daya di Korut. 

Pekan lalu Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya sangat prihatin terhadap kemungkinan dampak korona di Korut dan siap membantu usaha menangani penyebaran virus di sana. Organisasi bantuan kemanusiaan menyerukan pembebasan dari sanksi yang mengekang sebagian besar perdagangan dan bisnis di Korut.

Korut sudah menghentikan penerbangan dan layanan kereta api dengan Tiongkok, menangguhkan turisme internasional dan menutup hampir seluruh perjalanan lintas batas.

WHO telah mengutamakan bantuan bagi Korut dan pekan ini mengapalkan persediaan dan perlengkapan perlindungan menghadapi korona.