Satu WNI Masih Disandera, Menko Polhukam: Kita Terus Buru

Satu WNI Masih Disandera, Menko Polhukam: Kita Terus Buru
Mahfud MD. ( Foto: Antara / M Risyal Hidayat )
Yustinus Paat / YUD Rabu, 25 Desember 2019 | 18:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemananan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah terus berupaya untuk membebaskan satu WNI yang masih disandera Abu Sayyaf di Filipina. Pemerintah, kata Mahfud, terus mengintai agar WNI tersebut selamat setelah dua WNI lainnya berhasil dibebaskan.

"Terus diintai terus diburu, karena tidak mudah juga, karena harus menyelamatkan jiwa," ujar Mahfud MD seusai menghadiri acara Open House Natal di kediaman Menkominfo Johnny G Plate, Jakarta Selatan, Rabu (25/12/2019).

Mahfud mengakui bahwa pemerintah akan lebih hati-hati dan cermat dalam melakukan pembebasan WNI tersebut. Pasalnya, kata dia, banyak hal yang diperhitungkan pemerintah terutama menyelamatkan nyawa WNI tersebut.

"Kalau sekadar gruduk-gruduk itu mungkin akan lebih praktis," tandas dia.

Bahkan, kata Mahfud, bukan saja WNI yang disandera yang diselamatkan, tetapi juga penyanderanya. Karena itu, kata dia, pemerintah tidak akan gegabah.

"Tapi kan harus penyandera pun harus selamat yang disandera terutama harus selamat. Sehingga kita tidak bisa leluasa untuk itu. Tapi sekarang sedang dalam pengejaran dan pengintaian itu sudah pasti," pungkas Mahfud.

Sebelumnya, pada hari Ahad (22/12), pemerintah Indonesia dan Filipina berhasil membebaskan dua dari tiga WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

Tiga nelayan asal Baubau dan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yakni ML (48), MF (27), dan SM (27) dikabarkan diculik ketika sedang mencari ikan di perairan Lahad Datu, Malaysia, pada bulan September 2019.

Penyanderaan ketiganya diketahui lewat rekaman video di laman Facebook. Dalam penculikan itu, penyandera meminta tebusan sebesar Rp 8 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com