Polisi Hong Kong Temukan Hampir 4.000 Bom Molotov

Polisi Hong Kong Temukan Hampir 4.000 Bom Molotov
Polisi Hong Kong membersihkan botol-botol bom molotov untuk mendapatkan sidik jari di Universitas Politeknik Hong Kong di distrik Hung Hom, Hong Kong, Kamis (28/11/2019). (Foto: AFP / Anthony WALLACE)
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 30 November 2019 | 20:55 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com- Polisi Hong Kong menyatakan aparat menemukan hampir 4.000 bom bensin dalam dua hari saat membersihkan kampus Universitas Politeknik Hong Kong, Jumat (29/11).

Kampus politeknik ini menjadi tempat perselisihan yang sengiti antara aktivis dan polisi. Pada Kamis (28/11), setelah para pengunjuk rasa telah pergi, para petugas pun masuk menggeledah.

Aparat menemukan 3.989 bom bensin; 1.339 bahan peledak; 601 botol cairan korosif; dan 573 senjata. Kampus sekarang telah diserahkan kembali ke manajemen universitas.

Para pengunjuk rasa memblokade diri mereka di dalam kampus pada dua minggu lalu. Pihak berwenang merespons dengan menyegel lapangan universitas, menjebak lebih dari 1.000 pengunjuk rasa di dalam pada satu titik.

Aktivis dipersenjatai dengan batu bata, bom bensin, dan bahkan busur dan anak panah. Mereka menyerang barikade polisi saat pengepungan.

Selama seminggu terakhir, sebagian besar pemrotes menyerah atau melarikan diri. Pada hari Jumat, polisi mengatakan ada 1.377 telah ditangkap karena aksi demonstrasi di kampus Politeknik.

Protes Hong Kong dimulai pada Juni terhadap undang-undang yang diusulkan untuk memungkinkan ekstradisi ke daratan Tiongkok. Tetapi gerakan ini telah berubah menjadi gerakan pro-demokrasi yang lebih besar.



Sumber: Suara Pembaruan