Indonesia Tawarkan Proyek Kereta Api dan Bandara ke Singapura

Indonesia Tawarkan Proyek Kereta Api dan Bandara ke Singapura
Presiden Indonesia Joko Widodo (ketiga dari kiri) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (ketiga dari kanan) menghadiri pertemuan di istana kepresidenan Istana, Singapura, Selasa (8/10/2019). ( Foto: AFP / FELINE LIM )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 10 Oktober 2019 | 06:34 WIB

Singapura, Beritasatu.com- Pertemuan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menyepakati penguatan kerja sama beberapa bidang. Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi juga menawarkan kepada PM Lee pembiayaan pembangunan untuk beberapa proyek infrastruktur Indonesia.

“Indonesia menawarkan Singapura untuk membiayai pembangunan beberapa proyek infrastruktur di Makassar, proyek lintasan kereta api di Pare-pare, lapangan udara di Labuan Bajo,” kata Presiden Joko Widodo seperti dikutip dari pernyataan persnya, yang disampaikan di Istana Singapura, Selasa (8/10).

Kedua pemimpin juga menyaksikan penandatanganan dua nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), yaitu, pertama, antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menkeu Singapura Heng Swee Keat tentang Pertukaran Data Elektronik untuk Fasilitasi dan Perdagangan yang Aman. Kedua, MoU antara kepala Arsip Nasional RI (ANRI) dan kepala eksekutif Perpustakaan Nasional Singapura yang memungkinkan kedua pihak berkolaborasi untuk berbagi pengetahuan tentang kepemilikan arsip atas sejarah, kebudayaan, dan warisan lainnya.

Ini merupakan pertemuan antara Jokowi dan Lee yang keempat kalinya. Jokowi didampingi oleh Ibu Negara Iriana Widodo, bersama sejumlah menteri kabinet antara lain Menkeu Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto.

Presiden Jokowi menyambut tindak lanjut pertemuan kepala negara tahun lalu termasuk meningkatnya investasi di Kendal Industrial Park, pengembangan Nongsa Digital Park, dan dukungan pengembangan ekonomi Singapura untuk pembukaan operasi megatron di Batam.

“Kami juga sepakat untuk mendorong finalisasi yang cepat untuk ratifikasi investasi bilateral yang ditandatangani tahun lalu,” kata Jokowi.



Sumber: Suara Pembaruan