Habibie Pernah Sebut Singapura Cuma Bintik Merah

Habibie Pernah Sebut Singapura Cuma Bintik Merah
Bacharuddin Jusuf Habibie ( Foto: Globe Asia / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 11 September 2019 | 21:25 WIB

Jakarta, Beritasatu- Almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie adalah sosok yang sangat nasionalis. Meskipun bertubuh kecil, Habibie dikenang sebagai salah satu presiden Indonesia yang cukup bernyali.

Sebagai presiden, Habibie "berani" meminta maaf atas pelanggaran HAM masa lalu dan menguraikan program reformasi delapan poin "untuk membangun masyarakat yang adil, terbuka dan demokratis".

Habibie juga yang memerintahkan pembebasan tahanan politik, menghapus pembatasan pers dan mereformasi politik untuk memungkinkan pemilihan umum yang bebas.

Pria kelahiran 25 Juni 1936 ini mencabut larangan tiga dekade untuk berbicara dan mengajar bahasa Mandarin sebagai bagian dari pelonggaran kebijakan diskriminatif terhadap etnis Tionghoa yang dilembagakan oleh Jenderal Suharto setelah pogrom anti-komunis 1965-1966.

Pada 1998, Habibie bahkan tak segan menggambarkan Singapura sebagai tidak lebih dari "titik merah". Sejak saat itu, orang Singapura menerima julukan itu, menggunakannya untuk menggarisbawahi bagaimana negara kepulauan itu melampaui ukuran untuk mengambil tempat di panggung dunia.

Menanggapi kritik internasional terhadap pendudukan Indonesia atas bekas jajahan Portugal di Timor Timur, Habibie juga mengejutkan orang Indonesia dengan mengumumkan pada Januari 1999 satu rencana untuk mengadakan referendum di bawah pengawasan PBB mengenai penentuan nasib sendiri, menawarkan pilihan antara otonomi khusus dan kemerdekaan.



Sumber: Suara Pembaruan