Iran Tolak Pembicaraan dengan Trump Sebelum Sanksi Dicabut

Iran Tolak Pembicaraan dengan Trump Sebelum Sanksi Dicabut
Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara dalam satu upacara di Teheran, Selasa (27/8/2019). ( Foto: AFP / Kepresidenan Iran )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 28 Agustus 2019 | 20:26 WIB

Teheran, Beritasatu.com- Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan tidak akan ada pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelum pencabutan sanksi-sanksi ekonomi atas Teheran.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak Trump meninggalkan kesepakatan untuk membatasi aktivitas nuklir Iran tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi.

Trump mendesak kesepakatan baru untuk membatasi program nuklir Iran dan juga menghentikan pengembangan rudal balistiknya, tapi Iran menolak.

“Tidak akan ada perkembangan positif yang terjadi dalam hubungan Iran-AS tanpa mereka mencabut sanksi dan mengabaikan tindakan bermusuhan mereka,” kata Rouhani lewat pidato di televisi

Pernyataan itu disampaikan Rouhani sehari setelah Trump menyebut ada “peluang sangat baik” untuk bertemu dalam beberapa pekan ke depan. Pidato tersebut juga disampaikan setelah perkembangan pembicaraan dalam pertemuan G7 di Biarritz, Prancis, terkait peluang pembicaraan Rouhani-Trump.

“Kami akan mengubah perilaku kami terhadap mereka yang menjatuhkan sanksi terhadap Republik Islam Iran dan melakukan terorisme ekonomi jika mereka menunjukkan penyesalan,” tambah Rouhani.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mendorong pertemuan antara kedua pemimpin itu, serta memperluas undangan yang mengejutkan, kepada Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif selama akhir pekan lalu, meskipun Trump tidak bertemu dengan Zarif selama berada di Biarritz.

“Pada satu saat atau lainnya harus ada pertemuan antara Presiden Iran dan Presiden AS,” kata Macron selama konfrensi pers gabungan dengan Trump di akhir pertemuan, Senin (26/8).



Sumber: Suara Pembaruan