Lebih dari 100 Polisi Malaysia Positif Narkoba

Lebih dari 100 Polisi Malaysia Positif Narkoba
Polisi Malaysia menggelar barang bukti penggerebekan narkoba bubuk Erimin 5 yang akan menghasilkan total 421.000 pil di Kajang, Rabu (29/5/2019). ( Foto: The Star / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:22 WIB

Kuala lumpur, Beritasatu.com- Inspektur Jenderal Polisi Abdul Hamid Bador menyatakan lebih dari 100 polisi Malaysia terbukti positif memakai narkoba setelah operasi yang dilakukan oleh kontingen polisi. Angka itu tentu mengejutkan karena polisi yang terbukti positif lewat tes urin, disebutkan memakai berbagai jenis narkoba dan memperlihatkan pelanggaran narkoba di pasukan polisi berada pada tingkat kritis dan serius.

Dari 100 petugas polisi yang terbukati positif lewat operasi antara 13-20 Agustus 2019, sebanyak 86 orang positif memakai shabu, sedangkan enam orang memakai amfetamin dan opiat, dua orang memakain ganja dan satu orang memakai ketamin. Sebelumnya, Abdul mengatakan sekitar 30 petugas polisi, banyak diantaranya mempunyai metamfetamin tinggi, sudah ditangkap tahun ini.

“Jika personel Polisi Diraja Malaysia (PDRM) yang diberikan tanggung jawab dan kepercayaan untuk menegakkan hukum, mereka sendiri telibat dalam aktivitas semaam ini, apa yang akan terjadi kepada negara kita,” kata Abdul, Selasa (20/8).

Merujuk kepada insiden penyalahgunaan narkoba diantara polisi di Amerika Latin, Abdul mengatakan upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan di Malaysia. Perintah juga diberikan kepada Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika Mohd Khalil Kader Mohd untuk melanjutkan operasi.

Kepala polisi itu juga mencatat para petugas yang terlibat dalam pelanggaran narkoba juga diduga melakukan penyuapan dan pemerasan, dengan korbannya para pekerja asing.

“Mereka adalah target saya (personil yang terlibat dalam narkoba), terlepas dari kelompok-kelompok tertentu di unit-unit dalam PDRM. Ada bukti bahwa inilah yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Abdul menambahkan kecanduan narkoba menghabiskan banyak uang, sedangkan gaji polisi yang rendah memaksa mereka untuk mencari sumber-sumber uang secara ilegal.

Operasi yang dilakukan polisi Malaysia bertujuan membersihkan pasukan pemerintah itu dari korupsi dan meningkatkan integritas mereka, juga memfasilitasi operasi di laboratorium produksi narkoba, pengedar, dan pecandu. Dalam operasi bernama Blue Devil, tes urin dilakukan kepada sebanyak 3.438 polisi.



Sumber: Suara Pembaruan