Otoritas Malaysia Tak Pernah Beri Izin Ceramah pada Zakir Naik

Otoritas Malaysia Tak Pernah Beri Izin Ceramah pada Zakir Naik
Zakir Naik. ( Foto: Antara )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 21 Agustus 2019 | 13:51 WIB

Putra Jaya, Beritasatu.com- Ulama kontroversial Zakir Naik ternyata tidak pernah mendapat izin ceramah di Malaysia. Pada Selasa (20/8), Direktur Departemen Keagamaan Islam Johor (JAIJ), Rofiki A Shamsudin, menyatakan lembaganya tidak pernah memberikan persetujuan kepada penceramah asal India itu.

“Setiap ulama keagamaan harus mendapatkan persetujuan dari JAIJ sebelum mereka diizinkan melakukan pembicaraan agama. Ini untuk memastikan ulama-ulama itu tidak mengatakan apa pun yang bertentangan dengan kredo atau akidah kita,” kata Rofiki.

Sementara itu, Wakil Ketua Menteri Penang Ahmad Zakiyuddin Abdul Rahman mengatakan negara bagian itu tidak menyambut Zakir ke wilayahnya dalam rangka berbicara di pertemuan publik. Keputusan itu sudah dikeluarkan oleh Penang sejak enam bulan lalu.

Ahmad menilai isi dari kotbah atau pandangan Zakir tidak akan cocok untuk negara yang multiras. “Ketika Zakir mengunjungi kami, kami membahas beberapa hal, termasuk keinginannya untuk berbicara di sini di Penang,” kata Ahmad.

“Tapi kami segera menyampaikan bahwa apa pun yang ingin dia sampaikan tidak akan cocok,” tambahnya.

Pada Minggu, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan Zakir telah melampaui batas ketika menyebut etnis Tionghoa harus kembali ke negara asalnya dan mempertanyakan kesetiaan dari warga keturunan Malaysia-India dalam dua kejadian terpisah.

Anggota parlemen Langkawi juga menyebut Zakir telah melanggar hak istimewanya sebagai warga asing dengan mengeluarkan pernyataan politik dan mendukung penyelidikan polisi atas Zakir.

Polisi Malaysia sedang melakukan penyelidikan kepada Zakir. Pada Senin, Zakir berada di kantor polisi mulai pukul 15.15-19.30  waktu setempat untuk menjawab sejumlah pertanyaan.



Sumber: Suara Pembaruan