Myanmar dan Bangladesh Sepakat Mulai Segera Repatriasi Pengungsi Rohingya

Myanmar dan Bangladesh Sepakat Mulai Segera Repatriasi Pengungsi Rohingya
Pasukan pemerintah bersenjata melintasi jembatan yang rusak bom di kompleks kantor polisi Gote Twin, Negara Bagian Shan, Myanmar, Kamis (15/8/2019), setelah diserang oleh kelompok pemberontak etnis. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 17 Agustus 2019 | 09:02 WIB

Yangon, Beritasatu.com- Myanmar dan Bangladesh akan memulai upaya baru repatriasi pada ribuan warga Rohingya pada minggu depan. Pada Kamis (15/8), seperti dilaporkan Reuters, para pejabat memastikan jadwal repatriasi tersebut setelah sempat mengalami kegagalan.

Lebih dari 730.000 Rohingya melarikan diri dari Rakhine ke negara tetangga Bangladesh setelah tindakan keras yang dipimpin militer pada Agustus 2017. PBB menyatakan tindakan itu telah dilakukan dengan "niat genosidal". Banyak pengungsi pengungsi Rohingya menolak untuk kembali, karena takut akan terjadi kekerasan.

“Sebanyak 3.540 pengungsi telah disiapkan untuk dikembalikan Myanmar dari daftar lebih dari 22.000 nama yang baru-baru ini dikirim oleh Bangladesh,” kata para pejabat dari kedua negara kepada Reuters.

Kelompok pengungsi pertama akan kembali ke Myanmar minggu depan. Mereka telah memberikan persetujuan untuk kembali.

"Kami telah menyetujui pemulangan 3.540 orang pada 22 Agustus," kata Myint Thu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Myanmar, kepada Reuters melalui telepon.

Upaya sebelumnya untuk membujuk warga Rohingya untuk kembali ke Rakhine telah gagal karena ditentang oleh para pengungsi. Satu upaya di bulan November menebarkan ketakutan dan kebingungan di kamp-kamp, dan akhirnya gagal setelah protes pengungsi.



Sumber: Suara Pembaruan